Wabup Blora Minta Petani Bersabar 10 Hari, Ungkap Dua Penyebab Utama Distribusi Pupuk Terganggu

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wakil Bupati Blora, Hj. Sri Setyorini. (Istimewa)
Wakil Bupati Blora, Hj. Sri Setyorini. (Istimewa)

Blora, MEMANGGIL.CO - Polemik pupuk subsidi di Kabupaten Blora masih terus bergulir. Setelah sebelumnya memanggil sejumlah pihak terkait untuk membahas kelangkaan pupuk, Wakil Bupati Blora, Hj. Sri Setyorini, kemudian meminta masyarakat, khususnya petani, untuk bersabar menunggu perbaikan distribusi.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai tindak lanjut atas pertemuan dengan Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Blora, perwakilan Pupuk Indonesia, serta distributor pupuk subsidi yang sebelumnya telah dipanggil untuk mengklarifikasi kondisi di lapangan.

Menurut Sri Setyorini, ada dua faktor utama yang menyebabkan distribusi pupuk di Kabupaten Blora saat ini belum berjalan optimal, sehingga menimbulkan kesan kelangkaan di tingkat petani.

“Tunggu ya, sabar 10 hari. Ada dua yang harus kita sadari. Pertama, karena musim hujan sampai saat ini masih berlangsung, maka petani langsung tanam lagi, otomatis kebutuhan pupuk naik,” ujarnya kepada Memanggil.co, ditulis Minggu (19/4/2026).

Ia menjelaskan bahwa kondisi cuaca yang masih didominasi hujan membuat siklus tanam petani menjadi lebih cepat. Akibatnya, permintaan pupuk meningkat secara signifikan dalam waktu yang relatif bersamaan.

Di sisi lain, faktor distribusi juga turut memengaruhi tersendatnya pasokan pupuk ke tingkat bawah. Wabup Blora menyebut adanya kebijakan pembatasan angkutan barang yang berdampak pada pengiriman pupuk.

“Kedua, pembatasan ODOL atau pembatasan angkutan yang ada di Provinsi Jawa Tengah. Jadi kebutuhan dan pengiriman tidak imbang atau njomplang,” lanjutnya.

Kebijakan ODOL (Over Dimension Over Loading) yang diberlakukan untuk menertibkan angkutan barang dinilai turut memengaruhi kapasitas distribusi pupuk.

Pembatasan ini membuat volume pengiriman tidak bisa dilakukan secara maksimal seperti sebelumnya, sehingga terjadi ketidakseimbangan antara kebutuhan dan pasokan.

Situasi tersebut memperlihatkan bahwa persoalan pupuk di Kabupaten Blora tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan stok, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti kondisi cuaca dan regulasi transportasi.

Pemberitaan sebelumnya, Wabup Blora telah memanggil sejumlah pihak untuk membahas kelangkaan pupuk yang dikeluhkan petani. Dalam pertemuan tersebut, pemerintah daerah berupaya menyinkronkan data dan informasi antara dinas teknis, produsen, dan distributor.

Namun demikian, di lapangan, keluhan petani masih terus bermunculan. DPRD Blora melalui Komisi B bahkan telah menyoroti persoalan ini dan mendorong adanya solusi konkret, termasuk usulan pembentukan hotline aduan 24 jam agar penanganan masalah bisa lebih cepat dan transparan.

Dengan adanya penjelasan terbaru dari Wabup Blora, pemerintah daerah berharap masyarakat dapat memahami kondisi yang terjadi, sekaligus memberi waktu bagi proses penyesuaian distribusi agar kembali normal.

Meski demikian, publik tetap menaruh perhatian pada realisasi di lapangan. Apakah dalam waktu 10 hari ke depan distribusi pupuk benar-benar membaik, atau justru keluhan petani masih terus berlanjut.

Di tengah musim tanam yang terus berjalan dan kebutuhan pupuk yang semakin meningkat, ketepatan distribusi menjadi kunci utama. Tanpa perbaikan yang signifikan, persoalan pupuk dikhawatirkan akan terus berulang dan berdampak pada produktivitas pertanian di Kabupaten Blora.

Pemerintah daerah perlu memastikan bahwa langkah-langkah yang telah diambil tidak berhenti pada penjelasan, melainkan benar-benar berujung pada solusi nyata bagi para petani.

Berita Terbaru

Kereta Api Jadi Favorit Wisatawan Mancanegara, Stasiun Gubeng Tertinggi

Kereta Api Jadi Favorit Wisatawan Mancanegara, Stasiun Gubeng Tertinggi

Sabtu, 18 Jul 2026 23:24 WIB

Sabtu, 18 Jul 2026 23:24 WIB

Surabaya, MEMANGGIL.CO – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya mencatat peningkatan jumlah wisatawan mancanegara yang menggunakan Kereta A…

Analisis, Kedalaman Skuad Jadi Kunci Kemenangan Spanyol Atas Argentina

Analisis, Kedalaman Skuad Jadi Kunci Kemenangan Spanyol Atas Argentina

Sabtu, 18 Jul 2026 22:25 WIB

Sabtu, 18 Jul 2026 22:25 WIB

Surabaya, MEMANGGIL.CO - Final Piala Dunia. 2026 yang mempertemukan Spanyol vs Argentina diprediksi tidak akan selesai dalam 90 menit.  Wakil Rektor II …

Anggota Bawaslu Grobogan Dikukuhkan Sebagai Saka Adhyasta Pemilu 

Anggota Bawaslu Grobogan Dikukuhkan Sebagai Saka Adhyasta Pemilu 

Sabtu, 18 Jul 2026 12:06 WIB

Sabtu, 18 Jul 2026 12:06 WIB

Grobogan, MEMANGGIL.CO – Angtota Bawaslu Grobogan dilantik sebagai Majelis Pembimbing dan Pembina Satuan Karya (Saka) Adhyasta Pemilu Kwartir Cabang (Kwarcab) G…

Dukung Industri Jatim, PLN UIT JBM Perkuat Sistem Transmisi Kawal RUPTL

Dukung Industri Jatim, PLN UIT JBM Perkuat Sistem Transmisi Kawal RUPTL

Sabtu, 18 Jul 2026 12:05 WIB

Sabtu, 18 Jul 2026 12:05 WIB

Surabaya.MEMANGGIL.CO  — PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) akan mengawal target Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Li…

Akhirnya Korban Tenggelam di Bengawan Solo Cepu Ditemukan Meninggal Dunia

Akhirnya Korban Tenggelam di Bengawan Solo Cepu Ditemukan Meninggal Dunia

Sabtu, 18 Jul 2026 11:27 WIB

Sabtu, 18 Jul 2026 11:27 WIB

Blora, MEMANGGIL.CO - Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan korban yang diduga tenggelam di Sungai Bengawan Solo, wilayah Kelurahan Cepu, Kecamatan Cepu,…

Genjot Pasar Global di Tengah Ketidakpastian, BI Jatim Gelar Java Coffee and Flavors Fest 2026

Genjot Pasar Global di Tengah Ketidakpastian, BI Jatim Gelar Java Coffee and Flavors Fest 2026

Jumat, 17 Jul 2026 20:57 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 20:57 WIB

Surabaya, MEMANGGIL.CO — Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur kembali membuka gelaran tahunan Java Coffee & Flavors Fest (JCFF) 2026 di Alun-alun …