Surabaya, MEMANGGIL.CO - Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya resmi meluncurkan program kampung bahasa di kampung Semolowaru, Kecamatan Sukolilo, Surabaya. 

Program kampung bahasa yang diinisiasi Fakultas Ilmu Budaya (FIB) ini terinspirasi dari kesuksesan Kampung Inggris yang ada di Pare, Kediri.

Pariyanto Dekan FIB Untag Surabaya mengatakan, terinspirasi dari kesuksesan Kampung Inggris yang ada di Pare, Kediri.

"Kami berharap agar seperti Pare, Surabaya juga mampu memiliki kampung-kampung berbahasa yang aktif, hidup, dan mandiri," ujar Dekan FIB Untag Surabaya, Pariyanto, Selasa (19/05/2026). 

Program inspiratif ini menekankan pentingnya pemerataan akses kemampuan berbahasa asing di kota besar seperti Surabaya.

Dikatakan Pariyanto, program tersebut akan dilaksanakan secara bertahap untuk memastikan penyerapan materi yang optimal di tengah masyarakat.

"Nantinya dosen dan mahasiswa akan mengajarkan bahasa Inggris kepada warga, lalu dilihat bagaimana respon serta perkembangannya. Apabila terbukti meningkat kualitas warga, maka kami akan mulai memperluas program dengan mengajarkan bahasa Jepang sebagai langkah berikutnya," terang Pariyanto. 

Wakil Rektor III Untag Surabaya, Sumiati
menyebut, inisiatif tersebut merupakan wujud nyata dari pelaksanaan catur dharma universitas.

"Kami harap kerja sama ini harus saling menguntungkan. Bagi mahasiswa, ini adalah laboratorium sosial untuk mengasah kepekaan dan keterampilan mengajar, sementara bagi warga, ini adalah peluang emas untuk meningkatkan kompetensi," jelas Sumiati. 

Lurah Semolowaru Kenny Pieter Tupamahu mengapresiasi program yang dimiliki Untag Surabaya. 

"Kita menyambut gembira dengan adanya program ini dan menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kepedulian FIB Untag Surabaya," kata Kenny. 

Sate Pak Rizki

Kenny juga mengaku siap memfasilitasi seluruh kebutuhan program tersebut demi kemajuan warganya.

"Semangat belajar warga harus terus bertambah dengan hadirnya program ini. Semoga nantinya perekonomian warga semakin naik karena adanya kemampuan bahasa asing ini," imbuh Kenny. 

Pihaknya juga berharap, kolaborasi Untag Surabaya dengan Kelurahan Semolowaru ini dapat meningkatkan daya saing kerja masyarakat dikawasan tersebut.

"Di era global, menguasai bahasa asing adalah kunci utama untuk membuka peluang usaha baru, dan memperluas jaringan UMKM," paparnya.

Sementara Ketua RW XI Semolowaru, Lindarti mengaku siap melaksanakan program kampung bahasa di lingkungannya. 

"Kita sangat mendukung, terlebih kita sering menggelar sinau bareng dan ngaji bareng. Artinya warga kita ini sudah memiliki program dalam mengangkat pendidikan. Jadi program kampung bahasa ini selaras dengan program yang sudah kita miliki," ungkap Lindarti. 

Dalam pelaksanaannya nanti, jajaran dosen FIB hingga mahasiswa akan bertindak sebagai pengajar.

Dan program tersebut dirancang sebagai wadah pemberdayaan masyarakat urban berbasis kemampuan komunikasi internasional. 

Sementara itu, peluncuran program kolaborasi antara Untag Surabaya dan Kelurahan Semolowaru tersebut dilaksanakan di Balai Kelurahan Semolowaru.