Surabaya, MEMANGGIL.CO — PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur (UIT JBM) mengambil langkah untuk menekan risiko gangguan operasional pada jaringan listrik tegangan tinggi di Jawa Timur. 

Melalui program "Gardu Induk Andal" (GI ANDAL), PLN melakukan perwatan intensif sekaligus penghijauan massal di dua titik vital, yakni Gardu Induk (GI) 150 kV Kertosono dan Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 500 kV Krian.

Upaya tersebut bukan sekadar untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, melainkan sebagai strategi mitigasi guna memastikan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat dan sektor industri di wilayah Jawa Bagian Timur.

Kebersihan di area sekitar instalasi bertegangan tinggi memiliki dampak langsung pada keselamatan dan kontinuitas penyaluran energi. 

Debu, sampah, dan vegetasi yang tidak terkontrol di sekitar gardu induk berpotensi memicu gangguan teknis pada peralatan transmisi.

Selain penataan lingkungan, PLN menerapkan beberapa regulasi teknis di lapangan, yakni pembersihan total dan penataan ulang ruang terbuka di sekitar perimeter GI Kertosono dan GITET Krian untuk meminimalkan potensi flashover (lompatan arus listrik).

Selain itu, sampah organik yang dikumpulkan dari area kerja tidak dibuang, melainkan langsung diolah menjadi pupuk kompos untuk mendukung perawatan vegetasi di sekitar instalasi.

Sate Pak Rizki

Tak hanya itu, PLN UIT JBM juga melakukan pengecatan ulang batas area tertentu sebagai penanda visual zona aman operasional.

General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, menjelaskan operasional ketenagalistrikan saat ini wajib berjalan selaras dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Integrasi antara perawatan aset dan penghijauan menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk menekan emisi karbon.

"Keandalan sistem tidak hanya diukur dari kontinuitas pasokan listrik yang mengalir ke konsumen, tetapi juga dari bagaimana operasional kami berkontribusi menekan dampak lingkungan. Kebersihan gardu induk ini berdampak langsung pada penurunan potensi gangguan kerja," kata Ika Sudarmaja dalam keterangan resminya, Selasa, 9 Juni 2026.

Ika menambahkan, melalui penataan ruang hijau di sekitar infrastruktur ketenagalistrikan ini, PLN UIT JBM menargetkan penguatan fungsi ruang terbuka hijau (RTH) guna menjaga kualitas udara sekaligus mendukung target nasional menuju pembangunan rendah karbon di Indonesia.