SURABAYA, MEMANGGIL.CO - PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) bersama Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Gresik resmi meluncurkan Program SEDAP BANJAR (Sembada Pangan Melalui Electrifying Agriculture) di Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik.  

Upaya tersebut dilakukan untuk mendorong transformasi dan modernisasi sektor pertanian tradisional menuju berbasis energi listrik.   

Dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tersebut, PLN menyalurkan berbagai bantuan alat produksi pertanian modern mutakhir. Bantuan yang diserahkan meliputi hand traktor elektrik, mesin perontok padi, mesin semprot hama elektrik, hingga pompa air listrik yang diproyeksikan mampu menekan biaya operasional secara signifikan.  

Tidak hanya menyalurkan sarana fisik, BUMN listrik ini juga menggelar pelatihan intensif bagi kelompok tani setempat.Materi pembekalan mencakup optimalisasi pengolahan hasil panen, strategi pemasaran produk di pasar modern, hingga teknik pengendalian hama terpadu untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing petani lokal.   

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Manajemen PLN UPT Gresik, Rizky Wahyu, kepada Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Banjarsari, Sapiin. Agenda ini turut disaksikan langsung oleh Kepala Desa Banjarsari beserta jajaran Muspika Kecamatan Cerme pada Kamis, 25 Juni 2026  lalu.

General Manager PLN UIT Jawa Bagian Timur dan Bali, Ika Sudarmaja, menegaskan bahwa program TJSL ini dirancang untuk menciptakan dampak jangka panjang serta mendorong kemandirian ekonomi pedesaan.   

"Melalui Program SEDAP BANJAR, PLN ingin menghadirkan manfaat nyata dari energi listrik bagi masyarakat. Kami berharap bantuan peralatan berbasis listrik yang disertai penguatan kapasitas petani ini mampu meningkatkan produktivitas dan menciptakan efisiensi usaha tani," kata Ika Sudarmaja dalam keterangan resminya, Senin, 29 Juni 2026. 

Sate Pak Rizki

Ika menambahkan, PLN berkomitmen penuh untuk terus memperluas ekosistem Electrifying Agriculture di berbagai wilayah.  

Upaya ini merupakan kontribusi nyata perseroan dalam menjaga stabilitas ketahanan pangan nasional sekaligus mendukung akselerasi pembangunan desa berkelanjutan.  

Pemanfaatan mekanisasi pertanian berbasis listrik di Desa Banjarsari ini diproyeksikan menjadi model percontohan baru bagi pengembangan ekonomi pedesaan.  

"Sinergi antara adopsi teknologi kelistrikan dan peningkatan kompetensi SDM diyakini mampu mengubah wajah sektor pertanian menjadi jauh lebih modern, efisien, dan berdaya saing tinggi," pungkas Ika Sudarmaja.