Surabaya, MEMANGGIL.CO — Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah memperkuat sinergi untuk mengakselerasi masuknya investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Jawa.  

Upaya tersebut  disampaikan dalam Rapat Koordinasi Percepatan Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah Wilayah Jawa 2026 yang digelar di Surabaya sebagai bagian dari rangkaian Road to Java Regional Economic Forum (JREF) 2026. 

Pertemuan tersebut berfokus pada perluasan skema pembiayaan kreatif (creative financing) guna mengatasi keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta dinamika ruang fiskal.  

Langkah ini diambil untuk menjaga tren positif perekonomian Jawa yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,65 persen secara tahunan (year on year) pada triwulan II 2026, naik signifikan dibandingkan capaian keseluruhan tahun 2025 sebesar 5,30 persen. 

Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, memimpin koordinasi lintas instansi yang melibatkan Kementerian Dalam Negeri, Kemenko Perekonomian, Kementerian Keuangan, Bappenas, hingga otoritas sektor keuangan dan perbankan.  

"Seluruh pihak sepakat bahwa pemanfaatan alternatif pembiayaan di luar APBD sangat mendesak untuk percepatan proyek infrastruktur produktif, penguatan konektivitas, dan peningkatan daya saing daerah," kata Ibrahim dalam keterangan resminya, Rabu, 12 Agustus 2026. 

Menurutnya, meski skema pembiayaan kreatif dinilai mampu membuka ruang keterlibatan badan usaha secara lebih luas,  

Bappenas dan Kementerian Keuangan mengingatkan pentingnya tata kelola yang baik, kapasitas fiskal daerah, serta kesiapan regulasi dan SDM. Untuk itu,  

Ibrahim juga menyatakan komitmennya dalam memperkuat peran sebagai penasihat strategis dan katalisator, termasuk memetakan proyek investasi potensial yang memenuhi kriteria bankable bagi para investor. 

Rangkaian koordinasi ini menghasilkan tiga kesepakatan utama, yakni penguatan pemahaman tata kelola pembiayaan kreatif, penyiapan proyek investasi daerah yang matang, serta penyempurnaan ekosistem implementasi secara menyeluruh.  

"Sinergi ini diharapkan mampu mengubah potensi proyek investasi menjadi realisasi konkret yang menopang perekonomian nasional," pungkas Ibrahim