Tuban, MEMANGGIL.CO – Ada senyum yang terlihat sederhana, tetapi menyimpan arti begitu besar. Senyum itu terpancar dari wajah emak-emak dan masyarakat penerima bantuan pangan ketika beras untuk kebutuhan keluarga akhirnya berada di tangan mereka.

Kamis (17/9/2026) pagi, suasana di Balai Desa Jatiklabang, Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban, terasa berbeda. 

Warga penerima manfaat datang dengan antusias mengikuti penyaluran bantuan pangan komoditas beras untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026.

Raut bahagia tampak di antara warga yang hadir. Bagi sebagian keluarga, beras yang diterima bukan sekadar bantuan. 

Ada kebutuhan dapur yang sedikit lebih ringan, ada pengeluaran rumah tangga yang bisa ditekan, dan ada harapan agar kebutuhan pangan keluarga tetap terpenuhi.

Suasana semakin hangat ketika Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Golkar Dapil Jawa Timur IX, H. Eko Wahyudi, hadir langsung untuk mengawal penyaluran bantuan tersebut.

H. Eko Wahyudi datang didampingi jajaran Bulog, pemerintah daerah, pemerintah desa, serta sejumlah pihak terkait. Kehadirannya disambut penuh keakraban oleh masyarakat.

Pengalungan slempang batik dan pemberian blangkon cokelat putih bermotif batik menjadi simbol sambutan hangat warga kepada wakil rakyat yang hadir di tengah mereka.

“Selamat datang Bapak H. Eko Wahyudi,” kata pemandu acara.

Sambutan itu pun disusul tepuk tangan dan antusiasme masyarakat yang hadir.

Mengenakan busana putih dengan celana hitam, Eko tampak membaur bersama warga. Tidak terlihat jarak yang kaku ketika ia berbincang dengan para penerima manfaat.

Ia menyapa, mendengarkan, sekaligus memberikan pengarahan kepada masyarakat. Sesekali Eko memastikan secara langsung agar bantuan yang menjadi hak warga benar-benar diterima sesuai ketentuan.

Bagi Eko, penyaluran bantuan pangan bukan sekadar kegiatan seremonial.

Namun ada tanggung jawab untuk memastikan program pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

Penyaluran bantuan pangan itu juga berlangsung di Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro. Dua lokasi tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan bantuan pangan dapat diterima masyarakat sesuai data penerima manfaat yang telah ditetapkan.

“Bantuan pangan ini tentu sangat berarti bagi masyarakat. Kami berharap beras yang disalurkan dapat benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan dan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga,” ujar Eko Wahyudi, wakil rakyat kelahiran Kabupaten Tuban.

Pesan itu sederhana, tetapi menjadi perhatian penting dalam setiap proses penyaluran yakni jangan sampai masyarakat yang seharusnya menerima justru kehilangan haknya.

Karena itu, H. Eko Wahyudi mendorong agar proses distribusi dilakukan secara transparan, tertib, dan tepat sasaran.

Menurutnya, data penerima harus menjadi pijakan, sementara pengawasan diperlukan agar bantuan yang telah diprogramkan pemerintah benar-benar sampai ke tangan masyarakat.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah, pemerintah daerah, pemerintah desa, Bulog, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyaluran bantuan pangan tersebut.

“Kami mengapresiasi semua pihak yang telah bekerja sama sehingga penyaluran bantuan pangan ini bisa berjalan dengan baik. Sinergi seperti ini penting agar program pemerintah benar-benar memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” katanya.

Politisi Partai Golkar berlatarbelakang pengusaha sukses itu berharap bantuan pangan tersebut tidak hanya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga ikut menjaga daya beli masyarakat.

Sebagai anggota Komisi IV DPR RI yang membidangi sektor pertanian, kehutanan, kelautan, dan perikanan, Eko menegaskan akan terus mengawal program pemerintah yang berkaitan dengan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.

Pengawalan itu, kata dia, dilakukan khususnya di daerah pemilihannya yang meliputi Kabupaten Tuban dan Kabupaten Bojonegoro.

“Kami akan terus mengawal program-program yang berkaitan dengan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. Harapannya, program pemerintah bisa terus berjalan secara berkelanjutan dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ungkapnya.

Masyarakat Menyampaikan Terima Kasih

Di penghujung kegiatan, satu per satu warga mulai meninggalkan lokasi.

Ada yang berjalan sambil membawa beras. Ada pula yang pulang bersama anggota keluarganya.

Di antara langkah mereka, terdengar ucapan sederhana yang justru menjadi penutup paling bermakna dari kegiatan tersebut.

“Terima kasih, Pak Eko Wahyudi dan pemerintah,” ucap salah satu penerima manfaat sambil membawa bantuan beras untuk keluarganya.