Surabaya, MEMANGGIL.CO — Industri maritim nasional masih menghadapi tantangan panjangnya rantai nilai dan kebutuhan memperkuat kapasitas dalam negeri. Kondisi tersebut mendorong PT PAL Indonesia dan PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI menggabungkan kemampuan manufaktur, rekayasa, klasifikasi, inspeksi, hingga penjaminan standar untuk memperkuat ekosistem maritim nasional.
Kerja sama itu dituangkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod dan Direktur Utama PT BKI (Persero) R. Benny Susanto. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat rantai pasok dan rantai nilai industri maritim sekaligus meningkatkan kemampuan perusahaan nasional menghadapi persaingan pasar global.
Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod mengatakan, penguatan industri maritim tidak cukup dilakukan oleh satu perusahaan karena rantai industrinya melibatkan banyak kompetensi. Karena itu, kapasitas yang dimiliki perusahaan nasional perlu dihubungkan agar menghasilkan nilai tambah yang lebih besar di dalam negeri.
"Kekuatan yang kita miliki perlu dihubungkan agar menghasilkan nilai yang lebih besar. Melalui kerja sama dengan BKI, kami ingin mengoptimalkan kapabilitas masing-masing dan meningkatkan daya saing industri Indonesia, baik untuk kebutuhan nasional maupun peluang di pasar global," kata Kaharuddin dalam keterangan resminya, Sabtu (5/9/2026).
Dari sisi kompetensi, PT PAL memiliki kemampuan manufaktur dan rekayasa maritim, sedangkan BKI memiliki pengalaman dalam klasifikasi, inspeksi, dan penjaminan standar. Integrasi kedua kemampuan tersebut diharapkan dapat mengurangi fragmentasi dalam rantai industri sekaligus memperkuat peran pelaku usaha nasional dalam memenuhi kebutuhan sektor maritim.
Direktur Utama PT BKI (Persero) R. Benny Susanto mengatakan, penguatan kompetensi nasional menjadi bagian penting untuk meningkatkan kemampuan Indonesia memenuhi kebutuhan maritim dari dalam negeri. Menurut dia, sinergi dengan PT PAL menjadi salah satu langkah untuk memperkuat kemandirian industri sekaligus mendukung kedaulatan maritim.
"Kompetensi nasional harus terus diperkuat agar kita semakin mampu memenuhi kebutuhan maritim dari dalam negeri. Bagi BKI, kerja sama dengan PT PAL merupakan langkah penting untuk berkontribusi mewujudkan kemandirian dan kedaulatan maritim Indonesia," ujar Benny.
Benny menegaskan, kesepakatan tersebut perlu diterjemahkan ke dalam program yang konkret dan berkelanjutan. Kedua perusahaan berkomitmen mengoptimalkan sumber daya serta meningkatkan kualitas standar industri agar kerja sama tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi menghasilkan nilai tambah bagi industri dalam negeri dan membuka ruang ekspansi ke pasar internasional.