Blora, MEMANGGIL.CO - Suara ledakan dari sebuah kandang ayam membuat warga Dukuh Ngronggah, Desa Sempu, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, panik pada Selasa (8/9/2026) malam.

Sekitar pukul 19.00 WIB, seorang saksi yang berada di gudang penyimpanan pakan mendengar suara ledakan dari arah Kandang II di sisi selatan.

Saksi kemudian mengecek sumber suara. Saat tiba di lokasi, terlihat letupan seperti benda terbakar di bagian tengah Kandang II.

Melihat kondisi tersebut, saksi langsung berteriak meminta pertolongan. Dua saksi lainnya datang dan mencoba memadamkan api, tetapi kobaran sudah terlalu besar.

Salah seorang saksi kemudian keluar untuk mencari bantuan. Warga sekitar berdatangan dan berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.

Laporan kejadian kemudian diteruskan kepada Polsek Kunduran dan BPBD/Damkar Blora. Tim gabungan segera bergerak ke lokasi untuk melakukan penanganan.

TRC BPBD Blora dan Damkar Satpol PP Blora melakukan pemadaman. Petugas juga melakukan suplai air ke mobil pemadam selama proses penanganan.

"Pemadaman berjalan dengan lancar dan aman," kata TRC BPBD Blora Agung Triyono, melalui keterangan tertulisnya, Rabu (9/9/2026). 

Agung juga menyebut tim melakukan koordinasi dengan pihak terkait setelah proses pemadaman. "Koordinasi dengan pihak terkait untuk rencana tindak lanjut," ujarnya.

Setelah api berhasil dikendalikan, aparat Polsek Kunduran bersama perangkat Desa Sempu melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara. Beberapa saksi dimintai keterangan untuk membantu proses penyelidikan.

Dari pemeriksaan awal, titik api diduga berada di Kandang II bagian selatan. Kebakaran sementara diduga berkaitan dengan korsleting listrik pada dinamo blower.

Kepastian penyebab kebakaran belum ditetapkan. Dugaan korsleting tersebut masih menjadi bagian dari pemeriksaan aparat di lapangan.

Api mengakibatkan dua kandang peternakan terbakar. Kandang I berukuran 54 meter x 12 meter, sedangkan Kandang II berukuran 38 meter x 12 meter.

Sekitar 30.000 ayam berusia satu minggu terdampak akibat kejadian tersebut. Berbagai peralatan seperti blower, diesel, tempat pakan, karung pakan, pemanas, CCTV, Sanyo, toren dan genset juga ikut terbakar.

Kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai Rp1,8 miliar. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam peristiwa tersebut.

Proses pemadaman melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD, Damkar, TNI-Polri, Tagana, PMI, Kamboja Rescue hingga masyarakat setempat.

Setelah api padam dan lokasi dinyatakan aman, petugas melanjutkan penanganan pascakebakaran. Pemeriksaan penyebab kebakaran masih dilakukan untuk memastikan bagaimana api pertama kali muncul.