Rembang, MEMANGGIL.CO - Rasa lega dan syukur disampaikan para penerima Beasiswa Prestasi Pendidikan Tinggi Pemerintah Kabupaten Rembang tahun 2026. Bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu, bantuan tersebut menjadi penopang untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.

Sebanyak 106 mahasiswa menerima beasiswa Pemkab Rembang yang diserahkan secara simbolis oleh Bupati Rembang Harno melalui pemberian buku rekening tabungan kepada perwakilan penerima, Senin (21/9/2026).

Salah satu penerima, Salsa, mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya asal Desa Sumberagung, mengaku bersyukur mendapat bantuan tersebut.

Ia mengatakan beasiswa tidak hanya membantu kebutuhan selama kuliah, tetapi juga dapat meringankan beban keluarganya.

“Sangat senang ya Pak, dapat membantu kehidupan kuliah saya, dan juga bisa membantu orang tua di rumah,” ujar Salsa.

Salsa merupakan anak dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas. Ia tinggal bersama ibu dan adiknya. Sang ibu sehari-hari bekerja di warteg untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Kondisi tersebut membuat bantuan pendidikan memiliki arti penting bagi Salsa. Biaya kuliah dan kebutuhan selama menempuh pendidikan di Surabaya menjadi beban yang tidak ringan bagi keluarga.

“Dapat membantu kehidupan kuliah saya, dan juga bisa membantu orang tua di rumah. Saya hanya tinggal sama ibu, adik. Ibu saya kerja di warteg, warung makan gitu,” katanya.

Orang Tua Ikut Lega

Ungkapan lega juga disampaikan Nur Hidayah, orang tua penerima beasiswa lainnya.

Putrinya, Rosyida Masruroh, merupakan mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta asal Desa Tahunan, Kecamatan Sale.

Nur Hidayah mengaku bantuan tersebut sangat berarti bagi keluarganya. Ia yang sehari-hari bekerja di sebuah toko harus tetap memikirkan kebutuhan pendidikan putrinya.

“Alhamdulillah lega, beban yang ditahan-tahan akhirnya ada solusi dengan beasiswa dari Pemkab. Ini sangat-sangat membantu bagi kami yang keadaan finansialnya tidak mendukung untuk anaknya lanjut ke fakultas,” ungkap Nur Hidayah.

Menurutnya, kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Karena itu, bantuan pemerintah menjadi dukungan penting bagi keluarga yang memiliki keterbatasan finansial.

Bukan Sekadar Bantuan Biaya Kuliah

Beasiswa Pemkab Rembang tahun 2026 diberikan kepada mahasiswa dari keluarga kurang mampu sebagai bentuk dukungan agar mereka tetap dapat mengakses pendidikan tinggi.

Bagi penerima, bantuan tersebut tidak hanya berkaitan dengan biaya pendidikan. Mahasiswa juga menghadapi kebutuhan lain selama kuliah, terutama mereka yang harus tinggal di luar daerah.

Salsa harus menempuh pendidikan di Surabaya, sedangkan Rosyida menjalani perkuliahan di Surakarta.

Dukungan tersebut sekaligus dirasakan oleh orang tua karena sebagian kebutuhan pendidikan anak selama ini menjadi tanggungan keluarga.

Kisah Salsa dan Rosyida memperlihatkan sisi lain dari penyaluran beasiswa pemerintah daerah. Di balik angka 106 penerima, terdapat keluarga yang berupaya mempertahankan pendidikan anak di tengah keterbatasan ekonomi.

Kini, para penerima diharapkan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyelesaikan pendidikan tinggi dan mempertahankan prestasi akademiknya.

Bagi keluarga penerima, bantuan itu setidaknya menghadirkan satu hal yang sama: rasa lega karena sebagian beban pendidikan anak mendapat dukungan pemerintah.