Surabaya, MEMANGGIL.CO  — Provinsi Jawa Timur berhasil mencatatkan torehan positif dalam pengembangan ekonomi syariah tingkat nasional. Berdasarkan catatan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Timur, wilayah ini sukses menduduki peringkat pertama pada sektor good fashion, peringkat kedua di sektor pariwisata ramah Muslim, serta peringkat ketiga untuk sektor makanan halal. 

Deputi Kepala KPwBI Provinsi Jawa Timur, Ridzky Prihadi Tjahyanto, mengapresiasi capaian yang membanggakan tersebut.  

Kendati demikian, ia mengingatkan seluruh pemangku kepentingan agar tidak cepat berpuas diri dan terus melakukan peningkatan secara berkelanjutan. 

Menurut Ridzky, sektor UMKM memainkan peranan yang amat penting dalam menopang struktur perekonomian.  

Saat ini, sebanyak 64 juta pelaku UMKM di Indonesia mampu menyumbang hingga 60 persen terhadap total pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus menyerap 97 persen tenaga kerja.  

"Selain menggerakkan produksi kreatif dari tingkat desa hingga kota besar, sebanyak 15,7 persen dari total UMKM tercatat telah menembus pasar ekspor," kata Ridzky saat menghadiri kegiatan Fesyar Regional Jawa 2026:, Jumat, 25 September 2026 di Grand City, Surabaya. 

Di samping UMKM, potensi ekonomi berbasis pesantren juga menjadi sorotan utama. Data Kementerian Agama mencatat keberadaan lebih dari 42.000 pesantren dengan hampir 3 juta santri di seluruh Indonesia.  

"Lembaga pendidikan keagamaan ini dinilai berpotensi besar menjadi pusat kewirausahaan dan penggerak ekonomi lokal demi mewujudkan kemandirian ekonomi santri serta masyarakat sekitar," ungkap Deputi Ka. KPwBI Provinsi Jatim ini. 

Ridzky juga mengungkapkan, penguatan ekonomi berbasis kerakyatan dan syariah tersebut dibedah dalam forum kolaboratif yang menghadirkan berbagai pemangku kepentingan.  

KPwBI Jawa Timur memaparkan perspektif kebijakan dan sinergi penguatan ekosistem, sementara IKNI Jawa Timur berfokus pada strategi jaringan, akses pasar, serta peningkatan kapasitas wirausaha. 

Dari sisi praktis, IKNI Bumi / Islamic School membagikan model pengembangan kemandirian masyarakat, disusul PT Sidogiri Pandu Utama yang memaparkan pengalaman transformasi dan pengelolaan unit usaha pesantren secara profesional serta efisien. 

" kegiatan ini diharapkan menjadi titik tolak untuk memperkuat daya saing UMKM sekaligus mentransformasi pesantren menjadi pusat kewirausahaan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan melalui kerja sama erat seluruh elemen masyarakat," pungkas Ridzky.