Surabaya, MEMANGGIL.CO — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Timur terus memacu akselerasi ekonomi dan keuangan syariah guna memperkuat kemandirian ekonomi regional serta mendukung tren halal lifestyle yang berkelanjutan.
Hal tersebut diwujudkan melalui penguatan model bisnis usaha syariah yang berfokus pada peran vital Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pondok pesantren sebagai penggerak utama.
Deputi Kepala KPwBI Provinsi Jawa Timur, Ridzky Prihadi Tjahyanto, menyampaikan, penguatan sektor syariah membutuhkan sinergi lintas sektor dan transformasi digital yang masif.
Menurutnya, langkah ini dinilai penting untuk merespons pertumbuhan pesat industri halal di tingkat global sekaligus memperkokoh posisi Indonesia di panggung internasional.
"Penguatan model bisnis dan lead case usaha syariah terus kita dorong untuk mendukung keberlanjutan (sustainability), gaya hidup halal, serta digitalisasi di ranah ekonomi syariah," kata Ridzky dalam pembukaan agenda Special FesYar Regional Jawa 2026 yang berlangsung hingga 27 September mendatang di Grand City.
Dalam paparannya, Ridzky membeberkan potensi besar pasar syariah merujuk pada data Global Islamic Economy Report 2025–2026.
Nilai pasar ekonomi syariah global tercatat mencapai USD 2,6 triliun pada 2024 dan diproyeksikan melonjak hingga USD 3,26 triliun pada 2029.
"Pertumbuhan pesat ini ditopang oleh enam sektor utama, mencakup makanan halal, modest fashion, pariwisata ramah Muslim, media, rekreasi, hingga keuangan syariah," ujar Ridzky.
Saat ini, Indonesia berhasil menempati peringkat ke-4 dalam Global Islamic Indicator. Meski meraih capaian impresif, Bank Indonesia menilai peningkatan kapasitas dan daya saing secara berkelanjutan tetap menjadi keharusan agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pemain utama dunia.
Ridzky juga mengungkapkan, melalui forum bertema akselerasi pertumbuhan ekonomi dan keuangan bagi generasi muda tersebut, BI Jatim menekankan komitmennya untuk menjadikan UMKM dan pesantren sebagai pilar utama kemandirian ekonomi daerah, utamanya melalui optimalisasi platform digital dan integrasi rantai nilai halal (halal value chain).