Di RSUD Blora Ada Polisinya Kesehatan, Apa Itu?

author memanggil.co

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Direktur RSUD Blora dr Puji Basuki. (Memanggil.co/Ist)
Direktur RSUD Blora dr Puji Basuki. (Memanggil.co/Ist)

MEMANGGIL.CO - Masyarakat tentu belum banyak yang tahu salah satu fasilitas yang ada di RSUD dr R Soetijono Blora, Jawa Tengah. Yaitu adanya divisi Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI). Lalu apa sebenarnya fungsi dari divisi ini?

Mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 27 Tahun 2017 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Disebutkan di Pasal 1 dalam Peraturan Menteri ini, yang dimaksud dengan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi yang selanjutnya disingkat PPI adalah upaya untuk mencegah dan meminimalkan terjadinya infeksi pada pasien, petugas, pengunjung, dan masyarakat sekitar fasilitas pelayanan kesehatan.

Menurut Direktur RSUD Blora dr Puji Basuki, Divisi PPI yang ada di tempatnya punya tugas penting dan cukup berat. Mereka ini bekerja untuk pencegahan infeksi orang-orang yang punya aktivitas sehari-hari di rumah sakit. Mulai dari dari Satpam, dokter, perawat, bidan, pasien, pengunjung rumah sakit, dan orang-orang yang punya keterkaitan di rumah sakit.

"Mereka (Divisi PPI) itu, kerjanya harus lewat Standar Operasional Prosedur (SOP). Dan kerja divisi terus kita dipantau," ujarnya pada Media Memanggil Network, Jumat (17/03/2023).

Pada Pasal 4 ayat 2 juga disebutkan, bahwa Komite atau Tim PPI sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan organisasi nonstruktural pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang mempunyai fungsi utama menjalankan PPI.

Juga menyusun kebijakan pencegahan dan pengendalian infeksi termasuk pencegahan infeksi yang bersumber dari masyarakat berupa Tuberkulosis, HIV (Human Immunodeficiency Virus), dan infeksi menular lainnya.

Jadi, lanjut dr Puji, divisi PPI yang ada di RSUD Blora, itu punya tugas dan tanggung jawab yang penting. Yaitu bagaimana orang yang bekerja di lingkungan rumah sakit itu, ada kewajiban dan tindakan serta kedisiplinan yang terus menerus diawasi Divisi PPI.

Misalnya, lanjutnya, para pegawai rumah sakit atau pasien dan pengunjung, pertama kali masuk, harus taat pada SOP. Dokter atau asisten yang mendampingi saat ada tindakan, harus disiplin. Seperti pemakaian APD, masker atau alat lain untuk antisipasi penularan penyakit yang lewat darah, lewat droplet (cipratan air liur) dan lainnya.

"Jika misalnya ada pasien potensi menular bisa saja, APD atau masker bisa memakai lapis lebih dari satu. Juga pasti pakai masker standar. Dan yang mengawasi itu Diivisi PPI yang kalau saya istilahkan adalah polisinya pengawasan di bidang kesehatan di rumah sakit," tandas dr Puji.

Isolasi bagi Pasien Sakit Tertentu

Pihak RSUD Blora juga telah mengatur kawasan tertentu bagi pasien yang sakitnya rentan menular ke yang lainnya. Seperti pasien tuberculosis atau TBC. Juga pasien hepatitis, Covid-19, dan penyakit lain.

Mereka ini ditempatkan di ruangan dan di kawasan tersendiri. Juga perlakuan untuk layanan pasien ini. Seperti makan, juga keluarga atau pengunjung yang menunggu dibatasi. Hal ini dimungkinkan untuk pencegahan penularan.

Menurut dr Puji, untuk pelayanan dan juga pemetaan kawasan penyakit menular ini, diawasi terus-menerus oleh Divisi PPI. Mereka ini aktif melakukan sosialisasi, bimbingan dan juga teguran, jika sewaktu-waktu diperlukan.

"Karena orang harus sadar, bahwa rumah sakit itu, jelas tmepat orang sakit, dan ada kuman penyakit. Makanya, pengunjung yang baa anak-anak kecil itu, dilarang karena hal ini," papar dr Puji.

Khusus untuk penyakit TBC, di Blora itu masuk daerah endemic. Maka RSUD Blora termasuk yang langsung ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan RI sebagai rumah sakit penyangga TBC tingkat madya.

"Jadi untuk pelayanan TBC kita langsung ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan RI," tandasnya.

Berita Terbaru

Kereta Api Jadi Favorit Wisatawan Mancanegara, Stasiun Gubeng Tertinggi

Kereta Api Jadi Favorit Wisatawan Mancanegara, Stasiun Gubeng Tertinggi

Sabtu, 18 Jul 2026 23:24 WIB

Sabtu, 18 Jul 2026 23:24 WIB

Surabaya, MEMANGGIL.CO – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya mencatat peningkatan jumlah wisatawan mancanegara yang menggunakan Kereta A…

Dukung Industri Jatim, PLN UIT JBM Perkuat Sistem Transmisi Kawal RUPTL

Dukung Industri Jatim, PLN UIT JBM Perkuat Sistem Transmisi Kawal RUPTL

Sabtu, 18 Jul 2026 12:05 WIB

Sabtu, 18 Jul 2026 12:05 WIB

Surabaya.MEMANGGIL.CO  — PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) akan mengawal target Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Li…

Akhirnya Korban Tenggelam di Bengawan Solo Cepu Ditemukan Meninggal Dunia

Akhirnya Korban Tenggelam di Bengawan Solo Cepu Ditemukan Meninggal Dunia

Sabtu, 18 Jul 2026 11:27 WIB

Sabtu, 18 Jul 2026 11:27 WIB

Blora, MEMANGGIL.CO - Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan korban yang diduga tenggelam di Sungai Bengawan Solo, wilayah Kelurahan Cepu, Kecamatan Cepu,…

Genjot Pasar Global di Tengah Ketidakpastian, BI Jatim Gelar Java Coffee and Flavors Fest 2026

Genjot Pasar Global di Tengah Ketidakpastian, BI Jatim Gelar Java Coffee and Flavors Fest 2026

Jumat, 17 Jul 2026 20:57 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 20:57 WIB

Surabaya, MEMANGGIL.CO — Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur kembali membuka gelaran tahunan Java Coffee & Flavors Fest (JCFF) 2026 di Alun-alun …

Keren! Mahasiswa Ubaya Bikin Camilan dari Daun Mangga, Bisa Cegah Diabetes

Keren! Mahasiswa Ubaya Bikin Camilan dari Daun Mangga, Bisa Cegah Diabetes

Jumat, 17 Jul 2026 20:56 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 20:56 WIB

Surabaya, MEMANGGIL.CO - Siapa sangka daun mangga dan kulit kacang bisa jadi camilan sehat. Itulah yang dilakukan 5 mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya),…

Oknum Polisi Diduga Asyik Merokok di Atas Motor yang Diduga Milik ASN Kejaksaan Tuban

Oknum Polisi Diduga Asyik Merokok di Atas Motor yang Diduga Milik ASN Kejaksaan Tuban

Jumat, 17 Jul 2026 15:08 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 15:08 WIB

Tuban, MEMANGGIL.CO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tuban kembali menjadi sorotan publik, Jumat, 17 Juli 2026. Setelah sebelumnya mencuat dugaan perkara …