MEMANGGIL.CO – Kabupaten Rembang terus dihadapkan pada serangkaian peristiwa kebakaran yang merugikan dalam 10 bulan terakhir. Berdasarkan laporan dari Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Rembang, total kerugian akibat kebakaran mencapai hampir Rp 6 miliar.
Sejak Januari hingga Oktober 2024, tercatat 159 insiden kebakaran terjadi di berbagai wilayah di Kabupaten Rembang. Meskipun tidak ada korban jiwa dalam kejadian-kejadian tersebut, empat orang dilaporkan mengalami luka-luka.
Baca juga: Gandeng KONI Pusat, UNESA Jadi Pusat Laboratorium Riset 'Sports Intelligence' Menuju Olimpiade
Kerugian material yang tercatat mencapai Rp 5,9 miliar, dengan kebakaran paling sering terjadi di lahan terbuka sebanyak 95 kejadian.
Selain lahan terbuka, kebakaran juga menghanguskan 31 bangunan, termasuk bangunan pabrik dan fasilitas umum, 19 rumah, 9 properti lain-lain, 4 kendaraan bermotor, dan satu kasus kebakaran yang disebabkan oleh masalah kelistrikan. Salah satu insiden kebakaran terbesar terjadi pada sebuah pabrik kayu yang merugi hingga ratusan juta rupiah.
Erwin Rahadyan, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran BPBD Rembang, menjelaskan bahwa kebakaran ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk korsleting listrik, penggunaan tungku api, hingga keteledoran saat mengisi bahan bakar.
"Beberapa kebakaran terjadi karena korsleting listrik, tungku api yang tidak diawasi dengan baik, serta kelalaian pengguna peralatan listrik dan bahan bakar," ungkap Erwin.
Baca juga: Kericuhan Konser Denny Caknan di Surabaya, DPRD Desak Investigasi dan Sanksi Jika Ada Kelalaian
Erwin juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dalam penggunaan peralatan listrik dan api, terutama di kawasan rawan kebakaran seperti lahan terbuka.
"Kami terus melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya memperhatikan potensi kebakaran. Pencegahan dini adalah langkah yang paling efektif untuk menghindari kerugian lebih besar," ujarnya.
Dengan semakin seringnya kejadian kebakaran di wilayah Rembang, diharapkan masyarakat lebih sadar akan bahaya kebakaran dan memperhatikan langkah-langkah pencegahan yang bisa dilakukan sehari-hari.
Baca juga: Sidang Kakek-Nenek di Blora Berlanjut, Fakta Persidangan Ungkap Kedua Pihak Sama-sama Terluka
Penulis: Alweebee
Editor: Anwar
Editor : Redaksi