Surabaya, MEMANGGIL.CO  – Universitas Negeri Surabaya (UNESA) resmi ditunjuk sebagai laboratorium riset utama dalam membumikan konsep intelijen olahraga (sports intelligence) di tanah air.  

Upaya tersebut  ditandai dengan kolaborasi UNESA bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI Pusat) melalui peluncuran dan bedah buku berjudul “Sports Intelligence: Membangun Ekosistem Olahraga Berbasis Data Menuju Indonesia Emas 2045”. 

Acara berskala nasional yang menempatkan UNESA sebagai tuan rumah ini digelar di Auditorium Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK), Kampus II Lidah Wetan, Surabaya.  

Agenda ini dihadiri oleh ratusan akademisi, dosen, pegiat olahraga, serta perwakilan federasi olahraga dari berbagai daerah. 

Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman, mengatakan,  di tengah ketatnya persaingan global, kemenangan tidak lagi sekadar ditentukan oleh adu fisik di lapangan, melainkan lewat penguasaan data dan teknologi.

Buku ini diposisikan sebagai "otak strategis" baru yang mengawinkan sports science tradisional dengan inovasi masa depan seperti artificial intelligence (AI) dan big data. 

"Transformasi digital dalam olahraga ini merupakan pilar penting untuk menyukseskan target ambisius Indonesia menembus posisi 10 besar Olimpiade 2032 dan 5 besar pada tahun 2044," kata  Marciano Norman dalam keterangan resminya, Selasa, 7 Juli 2026. 

Dalam implementasinya, KONI akan bertindak sebagai agregator data komprehensif yang merekam rekam medis, profil fisik, hingga teknik atlet secara terukur sejak usia dini.  

Selain memetakan prestasi, data ini juga menjadi garda terdepan untuk melindungi integritas olahraga dari ancaman pengaturan skor dan doping. 

Sate Pak Rizki

Sementara itu, Rektor UNESA, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes. menyatakan kesiapan penuh institusinya untuk mengawal ekosistem baru ini.  

Menurutnya, era pembinaan atlet yang hanya mengandalkan intuisi atau metode konvensional sudah harus ditinggalkan jika Indonesia ingin berbicara banyak di kancah dunia. 

"UNESA berkomitmen penuh mendukung KONI Pusat untuk melahirkan ekosistem olahraga nasional yang modern dan berbasis data ilmiah. Sports Intelligence ini adalah jawaban atas tantangan masa depan," ungkap Nurhasan. 

Senada dengan Rektor, Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Pengembangan, Kerja Sama, dan TIK UNESA, Prof. Dr. Dwi Cahyo Kartiko, S.Pd., M.Pd., menambahkan, cetak biru dalam buku ini sangat selaras dengan visi UNESA. Pendekatan berbasis data ini diharapkan menjadi referensi wajib bagi pengambil kebijakan, pelatih, hingga mahasiswa. 

Sesi bedah naskah ini juga menghadirkan langsung ketiga penulis buku, yaitu Eman Sungkowo, S.H., M.H., CGCAE.; Syarif Hidayat, S.Sos., M.Si.; dan Jerry Indrawan, M.Si. 

Dalam paparannya, Eman Sungkowo menjelaskan, mereka telah merancang "Siklus Intelijen Olahraga" yang mencakup tahap perencanaan, pengumpulan bahan keterangan melalui Human Intelligence (HUMINT) maupun Open Source Intelligence (OSINT), hingga analisis mendalam.  

"Melalui siklus yang dievaluasi secara real-time ini, ekosistem olahraga nasional diklaim dapat secara akurat memetakan kekuatan, kelemahan, hingga manuver lawan di berbagai kejuaraan dunia," pungkas Eman.