Jakarta, MEMANGGIL.CO - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang masih mengancam berbagai wilayah di Indonesia hingga akhir bulan ini.
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan lebat, angin kencang, hingga potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan banjir bandang.
Baca juga: BMKG: Blora Berpotensi Hujan Ringan Sepanjang Sabtu
BMKG memprediksi, dinamika atmosfer yang masih aktif menyebabkan pembentukan awan hujan dalam intensitas sedang hingga lebat di sebagian besar wilayah Indonesia.
Kondisi ini dipicu oleh aktivitas gelombang atmosfer, konvergensi angin, serta tingginya kelembapan udara di lapisan bawah.
Kepala BMKG menyampaikan bahwa sejumlah wilayah berpotensi mengalami hujan lebat disertai kilat, petir, dan angin kencang, terutama di kawasan Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.
“Potensi hujan dengan intensitas tinggi masih signifikan dan perlu diwaspadai, terutama di daerah rawan banjir dan longsor,” demikian pernyataan BMKG dalam keterangan resminya, ditulis Sabtu (24/1/2026).
Selain hujan lebat, BMKG juga mengingatkan adanya potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Indonesia. Nelayan, operator kapal, serta masyarakat pesisir diminta lebih berhati-hati terhadap kemungkinan cuaca buruk yang dapat memicu gelombang tinggi dan angin kencang.
BMKG mencatat, beberapa wilayah yang perlu mendapat perhatian khusus meliputi kawasan pegunungan, daerah aliran sungai (DAS), serta wilayah dengan tingkat kerentanan longsor dan banjir tinggi.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Blora Hari Ini, Selasa 24 Juni 2025: Mayoritas Berawan
Intensitas hujan yang meningkat berpotensi memicu kenaikan debit sungai secara cepat, sehingga rawan meluap dan menyebabkan banjir.
Masyarakat diminta tidak mengabaikan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG serta rutin memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG, baik website, media sosial, maupun aplikasi InfoBMKG.
Pemerintah daerah dan instansi terkait juga diimbau meningkatkan kesiapsiagaan, terutama dalam hal mitigasi bencana, kesiapan jalur evakuasi, serta penyiapan posko darurat di wilayah rawan.
BMKG mengingatkan masyarakat agar mengantisipasi dampak cuaca ekstrem dengan langkah-langkah sederhana namun efektif, seperti membersihkan saluran air, memangkas pohon yang berpotensi tumbang, memastikan kondisi bangunan aman, serta menghindari aktivitas di luar ruangan saat hujan lebat dan angin kencang terjadi.
Baca juga: Cuaca Blora Rabu 18 Juni: Hujan Ringan di Banyak Kecamatan
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Waspada, siaga, dan tidak panik adalah kunci menghadapi potensi cuaca ekstrem,” tegas BMKG.
Dengan kondisi cuaca yang masih fluktuatif, masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan dan tidak lengah, terutama bagi mereka yang tinggal di wilayah rawan bencana.
BMKG menegaskan akan terus memantau dinamika atmosfer dan menyampaikan informasi terkini kepada publik secara berkala.
Editor : Redaksi