Blora, MEMANGGIL.CO - Bangun desa bukan cuma soal jalan dan paving. Di Desa Plosorejo, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, ada yang lebih penting dari itu membangun warganya. Dari kesehatan lansia, pendidikan anak, sampai cara bertani yang lebih modern, semuanya diarahkan ke satu tujuan: warga yang sehat, pintar, dan bisa mandiri. Rabu, (25/02/2026)
Tapi apakah semua itu sudah berjalan seperti yang diharapkan?
Lansia Dirawat, Tapi Sampai Mana?
Setiap bulan, Pemdes Plosorejo menggelar posyandu rutin dengan pemeriksaan kesehatan seperti asam urat dan kolesterol, khusus untuk warga lansia. Desa juga bantu urus administrasi BPJS bagi warga yang tidak mampu.
"Setiap satu bulan sekali kami menyediakan fasilitas posyandu untuk masyarakat. Ada tes kesehatan seperti asam urat dan kolesterol, terutama untuk lansia," ujar Sekretaris Desa Plosorejo, Sukisnan.
Langkah ini tentu baik. Tapi pertanyaannya tetap ada bagaimana dengan warga usia produktif yang juga butuh perhatian kesehatan? Apakah semua warga yang berhak sudah benar-benar tercover BPJS?
Pendidikan Diakui Prioritas, Tapi Anggaran Dipangkas
Pemdes Plosorejo mengaku pendidikan selalu jadi perhatian. Salah satunya dengan mendukung guru PAUD dan guru madrasah diniyah (madin). Sayangnya, efisiensi anggaran yang sedang berjalan membuat dukungan itu terpaksa dikurangi.
"Dulu sebelum ada efisiensi anggaran, kami menganggarkan untuk guru madin juga. Itu sebagai upaya kami untuk memaksimalkan pendidikan agama di Desa Plosorejo agar tetap berjalan dan tetap ada," ungkap Sukisnan.
Pernyataan ini justru menimbulkan pertanyaan kalau pendidikan memang prioritas, kenapa anggaran guru madin yang duluan dipangkas? Komitmen sebuah desa justru paling terlihat ketika anggaran sedang sempit, bukan saat semuanya lancar.
Petani Bergerak Maju, Tapi Butuh Lebih dari Semangat
Di sektor pertanian, Desa Plosorejo mulai menunjukkan perubahan. Warga tidak lagi hanya menanam satu jenis tanaman, tapi mulai beralih ke komoditas bernilai lebih tinggi seperti cabai dan tembakau.
"Saat ini mulai ada warga-warga atau masyarakat yang sudah mengarahkan pertaniannya ke modern, jadi tanamannya itu nggak monoton dan bervariasi," kata Sukisnan.
Ini kabar baik. Tapi petani yang sakit-sakitan atau anak muda desa yang kurang pendidikan bisa jadi penghambat yang tidak kelihatan. Kemajuan pertanian butuh orang-orang yang sehat dan terdidik di belakangnya.
SDM: Bukan Pelengkap, tapi Fondasi
Tiga hal ini kesehatan, pendidikan, dan pertanian sebenarnya saling berkaitan. Warga yang sehat bisa kerja lebih maksimal. Generasi yang terdidik bisa bawa cara bertani ke level berikutnya. Dan petani yang sejahtera bisa jaga kesehatan keluarganya sendiri.
Desa Plosorejo sepertinya sudah paham logika itu. Tinggal satu hal yang perlu dijaga konsistensi. Jangan sampai investasi pada manusia berhenti hanya karena anggaran sedang susah.
Editor : B. Wibowo