Blora, MEMANGGIL.CO – Pemerintah Daerah (Pemda) Blora bersama Kementerian Kesehatan bersiap melaksanakan percepatan penanganan TBC di kabupaten setempat.

Program besar ini akan digelar sekitar tanggal 20 hingga 21 April 2026, yang rencananya akan diresmikan langsung oleh Wakil Menteri Kesehatan.

Kegiatan ini bukan hanya dilaksanakan di Blora, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan nasional di empat kabupaten. Blora dipilih sebagai lokasi pertama di Jawa Tengah untuk memutus mata rantai penyebaran penyakit yang sudah lama menjadi masalah kesehatan ini.

“Kita butuh percepatan eliminasi TBC. Nanti seluruh penderita terdata sekitar 2.000 orang akan diperiksa. Bukan hanya pasien, tapi juga keluarga dan orang terdekat, sehingga total diperkirakan mencapai 10.000 orang yang akan diskrining,” ujarnya Edy Wuryantoro di Markas PDIP Kabupaten Blora Jumat (10/4/2026)

Layanan Didatangkan ke Desa, Hapus Stigma Malu

Untuk memaksimalkan cakupan dan menghilangkan rasa malu atau stigma negatif di masyarakat, pemeriksaan tidak dilakukan di Puskesmas, melainkan didatangkan langsung ke desa-desa.

“Pemeriksaannya kami bawa ke Balai Desa dan Kantor Kecamatan. Tujuannya supaya warga tidak merasa sungkan. Kementerian Kesehatan sudah menyiapkan unit mobile rontgen yang bisa dibawa ke mana-mana,” jelasnya.

Dengan target 10.000 orang dan kapasitas per titik sekitar 100 orang, maka akan dibuka total 100 titik layanan pemeriksaan di seluruh wilayah Blora.

Sate Pak Rizki

Hasil Cek TCM Cepat Diketahui

Setelah dilakukan pemeriksaan awal melalui rontgen, proses akan dilanjutkan dengan Tes Cepat Molekuler (TCM). Berbeda dengan pemeriksaan lama (BTA) yang memakan waktu lama, TCM ini mampu memberikan hasil dengan cepat, mirip seperti tes COVID-19.

“Rontgen hanya untuk dugaan awal, sedangkan TCM untuk memastikan. Kalau hasilnya positif, langsung diobati sampai tuntas mulai dari 6 hingga 12 bulan sesuai kondisi,” tambahnya.

Targetnya, dalam kurun waktu 6 hingga 12 bulan ke depan, kasus TBC di Blora dapat tuntas disembuhkan.

Masyarakat pun diimbau tidak perlu merasa malu atau takut. “TBC itu penyakit yang bisa disembuhkan sama seperti penyakit lain. Jangan ragu memanfaatkan layanan ini,” tegasnya.

Sebagai bentuk komitmen meningkatkan derajat kesehatan, setiap tanggal 10 juga rutin digelar cek kesehatan gratis dan makan gratis di berbagai titik, baik Blora Utara maupun Selatan, untuk menggerakkan kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat.