Tragedi Gondola di Apartemen Waterplace Surabaya: Satu Pekerja Tewas Terhempas Angin Kencang

Reporter : Adji
Ilustrasi Angin Kencang

Surabaya, MEMANGGIL.CO – Kecelakaan kerja maut menimpa dua petugas pembersih kaca di Tower D2 Waterplace Residences, Jalan Pakuwon Indah Lontar Timur, Surabaya, Senin (2/3/2026) petang. 

Satu orang dilaporkan meninggal dunia setelah gondola yang ditumpanginya terombang-ambing akibat cuaca buruk.

Insiden terjadi sekitar pukul 14.20 WIB saat kawasan tersebut dilanda hujan lebat disertai angin kencang. Kepala Bidang Pemadam Kebakaran DPKP Kota Surabaya, Moh Rokhim, menjelaskan bahwa terdapat dua unit gondola yang sedang beroperasi saat cuaca memburuk.

Gondola pertama berhasil turun dengan selamat ke lantai dasar. Namun, gondola kedua yang mengangkut dua pekerja tertahan di lantai 26.

"Gondola kedua terhenti dan tidak bisa turun karena terpontang-panting akibat angin kencang. Satu korban diduga terpental keluar dari gondola," kata Rokhim.

Petugas rescue tiba di lokasi pada pukul 14.28 WIB dan langsung berupaya mengevakuasi pekerja yang terjebak. Proses evakuasi berlangsung dramatis dan baru dinyatakan selesai sepenuhnya pada pukul 17.25 WIB.

Adapun identitas korban dalam insiden ini adalah Eddy Suparno (51): Warga Jalan Tambak Wedi Baru. Dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Sementara itu, Ribut Budiyanto (53): Warga Jalan Tambak Wedi Baru. Mengalami luka-luka dan saat ini menjalani perawatan intensif di RS William Booth.

Menanggapi peristiwa tersebut, Senior Marcom Executive Ascott Waterplace Surabaya, Mohammad Syaroni, memberikan klarifikasi mengenai lokasi kejadian. Ia  mengungkapkan insiden terjadi di Tower D2, yang merupakan area kepemilikan perseorangan di bawah manajemen Waterplace Area.

Syaroni menekankan bahwa Tower D2 memiliki manajemen yang berbeda sepenuhnya dengan Tower D1, tempat The Ascott Limited beroperasi.

"Kedua tower memiliki sistem manajemen, operasional, standar keamanan, serta tata kelola yang tidak saling berhubungan,"  terang  Syaroni. 

Ia menambahkan bahwa insiden ini menjadi pengingat pentingnya evaluasi ketat terhadap standar keselamatan kerja (K3), terutama saat menghadapi cuaca ekstrem.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan apakah ada unsur kelalaian dalam prosedur pengoperasian gondola tersebut

Editor : B. Wibowo

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru