Blora, MEMANGGIL.CO - Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Blora menghasilkan 19 nama kandidat calon Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC). Namun, hingga forum berakhir, belum ada keterangan resmi yang utuh dari pihak partai.

Daftar kandidat merupakan gabungan hasil pemantauan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) serta usulan dari Pengurus Anak Cabang (PAC). Dalam sidang yang dipimpin Ning Nadifah, nama-nama calon dibacakan setelah melalui proses verifikasi administrasi.

Dari hasil pemantauan DPP, terdapat enam nama yang masuk bursa, yakni H. Arief Rohman (Bupati Blora), H. Abdul Hakim (Ketua lama), H. Mustopa (Sekretaris lama), Maslikan, Arifin, dan Panca Rini.

Sementara itu, usulan tambahan dari PAC mencakup H. Mochamad Muchklisin (Cak Sin), H. Ahmad Fahim Mulabby (Gus Fahim), H.M. Muklisin (Gus Sin), dan Eva Monalisa yang disebut mendapat dukungan dari sedikitnya 10 PAC.

Dinamika forum juga diwarnai usulan dari individu maupun internal partai. Yusuf Nurbaidi mengajukan diri, sedangkan KH Nasir dan H. Abdullah Aminudin diusulkan oleh H. Abdul Hakim. Nama lain yang turut masuk dalam daftar yakni Jamhuri, Munawar, Khilmi Yulian Jaya, M. Husaeni (Gus Husaen Cepu), Asrofin, serta Setya Utama dari unsur fraksi.

Dengan demikian, total kandidat yang masuk dalam bursa calon Ketua DPC PKB Blora mencapai 19 orang.

Doorstop Ketua Lama PKB Blora

Di tengah jalannya Muscab, ramai awak media sempat melakukan doorstop kepada Ketua lama DPC PKB Blora, H. Abdul Hakim, yang didampingi Sekretaris lama DPC PKB Blora, H. Mustopa. Namun, pernyataan yang disampaikan tidak terdengar jelas karena suaranya terlalu pelan dan situasi yang cukup ramai.

Sate Pak Rizki

Meski minim pernyataan resmi, sejumlah informasi tetap diperoleh dari sumber internal partai.

“Proses penjaringan berjalan cukup dinamis, hampir semua unsur mengajukan nama,” ujar salah satu sumber internal partai memberikan keterangan kepada Memanggil.co, Senin (20/4/2026). 

Sumber tersebut juga menyebut banyaknya kandidat mencerminkan tingginya partisipasi kader dalam proses suksesi kepemimpinan.

“Ini menunjukkan ruang demokrasi di internal partai terbuka lebar, meski nanti keputusan tetap ada di DPP,” tambahnya.

Seluruh nama yang telah diusulkan selanjutnya akan diserahkan kepada DPP PKB untuk melalui proses seleksi dan penetapan akhir sesuai mekanisme organisasi.

Muscab ini menjadi momentum penting bagi PKB Blora dalam menentukan arah kepemimpinan ke depan. Keputusan DPP nantinya dinilai akan berpengaruh terhadap konsolidasi partai.