Blora, MEMANGGIL.CO - Pengembangan padi organik di Kabupaten Blora terus diperkuat melalui pendekatan terintegrasi antara sektor pertanian dan peternakan. Setelah memperluas wilayah tanam dan melibatkan berbagai organisasi masyarakat, kini potensi peternakan menjadi faktor kunci dalam menopang keberlanjutan program tersebut.
Pemerintah Kabupaten Blora menilai ketersediaan bahan baku pupuk alami dari sektor peternakan menjadi keunggulan tersendiri yang tidak dimiliki semua daerah. Hal ini dinilai mampu mempercepat transisi menuju sistem pertanian organik yang mandiri dan berkelanjutan.
Baca juga: Pemkab Blora Dorong Desa Manfaatkan Tanah Bengkok untuk Padi Organik
Bupati Blora, H. Arief Rohman, menyampaikan bahwa Blora memiliki populasi ternak sapi yang besar, sehingga ketersediaan bahan organik untuk pupuk sangat melimpah.
“Blora ini punya populasi sapi besar, bahan organiknya tersedia,” ujar Bupati yang akrab disapa Gus Arief, ditulis Kamis (26/3/2026).
Menurutnya, potensi tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem pertanian organik yang tidak bergantung pada pupuk kimia. Limbah ternak seperti kotoran sapi dapat diolah menjadi pupuk kompos yang efektif untuk meningkatkan kesuburan tanah.
Langkah ini sekaligus menjadi kelanjutan dari tiga tahapan sebelumnya, yakni penguatan sinergi dengan organisasi keagamaan seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), peningkatan nilai ekonomi melalui beras organik, serta perluasan wilayah tanam berbasis ketersediaan sumber air.
Dengan adanya dukungan dari sektor peternakan, rantai produksi pertanian organik di Blora kini semakin lengkap, mulai dari penyediaan pupuk alami hingga proses budidaya.
Baca juga: Kabupaten Blora Bidik Wilayah Potensial Air untuk Perluasan Padi Organik
Gus Arief juga mengungkapkan bahwa uji coba yang telah dilakukan oleh petani, khususnya yang tergabung dalam kelompok berbasis organisasi keagamaan, menunjukkan hasil yang positif.
“Sudah dicoba dan ternyata berhasil,” tegasnya.
Keberhasilan tersebut semakin memperkuat optimisme pemerintah daerah untuk mendorong pengembangan padi organik secara lebih luas. Selain memberikan nilai ekonomi lebih tinggi bagi petani, sistem ini juga dinilai lebih ramah lingkungan dan mampu menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang.
Pemkab Blora melihat integrasi antara pertanian dan peternakan sebagai model ideal dalam pengembangan sektor pangan berkelanjutan. Dengan memanfaatkan sumber daya lokal yang melimpah, biaya produksi dapat ditekan sekaligus meningkatkan efisiensi usaha tani.
Baca juga: Tak Hanya NU, Pemkab Blora Ajak Muhammadiyah dan LDII Kembangkan Padi Organik
Selain itu, pendekatan ini juga membuka peluang baru bagi peternak untuk terlibat dalam rantai ekonomi pertanian organik, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.
Ke depan, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem ini melalui pendampingan, pelatihan, serta penguatan kelembagaan petani dan peternak. Tujuannya adalah menciptakan sistem pertanian yang tidak hanya produktif, tetapi juga mandiri dan berdaya saing tinggi.
Dengan strategi yang semakin terintegrasi, Kabupaten Blora optimistis mampu menjadi salah satu daerah percontohan dalam pengembangan pertanian organik berbasis potensi lokal di Indonesia.
Editor : Ahmad Adirin