Blora, MEMANGGIL.CO - Polemik program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Blora tak berhenti pada kasus menu berbau yang sempat dikembalikan pihak sekolah.
Persoalan lain kini mencuat, yakni belum optimalnya infrastruktur pendukung di dapur Sentra Produksi Pangan Gizi (SPPG), khususnya terkait instalasi pengolahan air limbah (IPAL).
Saat melakukan peninjauan ke SPPG Andongrejo Blora pada Jumat (17/4/2026), tim memanggil.co mendapati bahwa fasilitas IPAL sebenarnya sudah tersedia di area belakang tempat produksi.
Namun, fasilitas tersebut belum terpasang dan belum difungsikan. Kondisi ini mendapat sorotan langsung dari Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas MBG Blora.
Ia menilai, keberadaan IPAL merupakan komponen krusial dalam menjamin kebersihan serta kesehatan lingkungan produksi makanan.
Menurut politisi yang akrab disapa Budhe Rini itu, SPPG yang belum memenuhi standar infrastruktur dasar seperti IPAL harus segera dievaluasi secara serius. Bahkan, ia tak menutup kemungkinan adanya langkah tegas berupa penghentian sementara operasional.
“Untuk masalah SPPG yang belum punya IPAL, kita laporkan dan usulkan ditutup sementara,” tegasnya, Kamis (16/4/2026).
Puluhan SPPG Belum Lengkap
Budhe Rini juga membeberkan data kondisi SPPG di Kabupaten Blora. Dari total 79 unit yang saat ini beroperasi, baru 48 unit yang telah memiliki IPAL lengkap.
Sementara sisanya masih dalam berbagai tahap, mulai dari proses pemesanan hingga belum melakukan pengadaan sama sekali.
“Jumlah SPPG beroperasi 79, yang sudah ada IPAL 48, yang lain ada yang dalam pemesanan dan belum pesan,” paparnya.
Lebih lanjut, SPPG Andongrejo sendiri termasuk dalam kategori yang belum memiliki IPAL siap pakai, meski fasilitasnya sudah tersedia di lokasi.
Editor : Abdul Rohman