Surabaya, MEMANGGIL.CO - Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) tengah mengambil langkah rebranding sebagai transformasi identitas kampus.
Rektor UMSURA Prof. Dr. Mundakir, S.Kep., Ns., M.Kep., menjelaskan langkah rebranding ini terinspirasi dari keberhasilan National University of Singapore (NUS) yang mampu membangun citra kuat sebagai perguruan tinggi berkelas dunia.
“Karena itu, Universitas Muhammadiyah Surabaya mulai memperkenalkan identitas baru berupa MUS (Muhammadiyah University of Surabaya) sebagai bagian dari strategi penguatan branding dan internasionalisasi kampus,” terang Prof. Mundakir usai pelaksanaan wisuda ke-54 UMSURA, Senin (01/06/2026).
Selain itu, UMSURA juga mengganti tagline kampus dari "Sejuta Inovasi” menjadi “Kampus Para Juara” atau “Home of Champions”.
Menurut Mundakir, perubahan tersebut bukan sekadar pergantian slogan, melainkan representasi semangat baru untuk terus bergerak maju.
“Rebranding adalah spirit bahwa kita harus terus dinamis. Kita hidup untuk bergerak, berinovasi, dan menyongsong masa depan yang lebih baik lagi,” jelasnya.
Penguatan sumber daya manusia juga menjadi fokus utama pengembangan UMSURA.
Saat ini UMSURA memiliki sekitar 352 dosen tetap, termasuk 6 profesor atau guru besar, serta didukung oleh 196 tenaga kependidikan.
Dalam pengembangan sumber daya manusia, UMSURA saat ini didukung oleh 352 dosen tetap. Dari jumlah tersebut, sebanyak 6 dosen telah menyandang jabatan profesor, 29 dosen berstatus lektor kepala, 118 dosen lektor, dan 122 dosen asisten ahli.
Prof. Mundakir mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 telah mengukuhkan dua guru besar. Ia optimistis jumlah profesor di lingkungan UMSURA akan terus bertambah seiring meningkatnya kualifikasi dan produktivitas akademik para dosen.
“Bila kita berasumsi sekitar 30 persen dosen yang saat ini berjabatan lektor kepala dapat melanjutkan ke jenjang profesor, maka kita perkirakan pada tahun ini atau tahun depan di UMSURA akan bertambah sembilan guru besar lagi,” ungkap Prof. Mundakir.
Penambahan tersebut diharapkan semakin memperkuat kualitas akademik, kapasitas riset, serta reputasi institusi di tingkat nasional maupun internasional.
Selain itu, lebih dari 100 dosen juga tengah menempuh berbagai tahapan pengembangan karier akademik untuk meningkatkan kompetensi dan kualifikasi mereka.
“Berbagai pencapaian yang diraih UMSURA merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika,” pungkas Mundakir.