Penanaman Pohon di Kali Balun Cepu, Upaya Nyata Tekan Krisis Lingkungan Blora

Reporter : Abdul Sobirin
Bumi budaya Blora, terima bibit pohon kedondong.

Cepu, MEMANGGIL.CO - Upaya menahan laju degradasi lingkungan di wilayah Cepu mulai digerakkan secara konkret. Komunitas Bumi Budaya Blora bersama sejumlah instansi dan elemen masyarakat menggelar aksi penanaman pohon di sepanjang aliran Kali Balun Megalrejo, Kelurahan Balun, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Sabtu (Mei 2026).

Kegiatan bertajuk “Berteman Menjaga Akar, Mewariskan Mata Air” ini tidak sekadar seremoni. Penanaman difokuskan pada bantaran sungai yang selama ini rawan mengalami penurunan kualitas lingkungan, mulai dari erosi hingga berkurangnya daya serap air.

Puluhan pihak terlibat dalam aksi ini. Mulai dari Pemerintah Kabupaten Blora, Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Pertamina EP Cepu Field, Perhutani Cepu, hingga komunitas Green Cepu, kalangan akademisi STTR Ronggolawe, pelajar, dan tokoh masyarakat.

Perwakilan Pemkab Blora menilai gerakan ini menjadi contoh konkret kolaborasi lintas sektor dalam merespons isu lingkungan yang semakin mendesak di kawasan tersebut. Penanaman pohon di sepanjang aliran sungai dinilai strategis untuk menjaga ketersediaan air tanah sekaligus mencegah kerusakan ekosistem.

“Ini bukan hanya kegiatan simbolik, tetapi bagian dari upaya jangka panjang menjaga sumber air dan memperkuat ketahanan lingkungan di Cepu,” ujar salah satu perwakilan pemerintah daerah.

Dinas PUPR Blora menambahkan, kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya di kawasan Banyu Bening, termasuk dukungan penyediaan bibit tanaman dari pemerintah daerah.

Dalam pelaksanaannya, metode penanaman dilakukan secara vertikal di beberapa titik bantaran sungai. Model ini dipilih untuk menyesuaikan kondisi lahan terbatas sekaligus memperkuat vegetasi di area rawan longsor.

Keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, komunitas, hingga pelajar, menunjukkan bahwa isu lingkungan tidak lagi bisa ditangani secara parsial. Kolaborasi menjadi kunci untuk memastikan keberlanjutan program penghijauan.

Aksi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa krisis lingkungan di daerah aliran sungai bukan ancaman jangka panjang semata, tetapi persoalan yang sudah terjadi dan membutuhkan respons cepat serta terukur.

Editor : B. Wibowo

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru