Marak Paket Proyek Infrastruktur Pemkab Blora Masuk Tahap Lelang, Nilainya Capai Miliaran Rupiah

Reporter : Redaksi
Proyek-proyek di Blora yang telah dipublikasikan di SPSE Inaproc. (Tangkapan layar)

Blora, MEMANGGIL.CO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora, Jawa Tengah, sedang mengakselerasi pelaksanaan pembangunan Tahun Anggaran 2026. Hal itu ditandai dengan maraknya tayangan paket pekerjaan konstruksi di Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) Inaproc yang kini memasuki berbagai tahapan lelang, mulai evaluasi administrasi, masa sanggah, hingga penunjukan penyedia barang dan jasa.

Berdasarkan pantauan pada laman SPSE Kabupaten Blora, Sabtu (26/7/2026), mayoritas paket yang dilelang merupakan proyek peningkatan jalan, pembangunan fasilitas kesehatan, rehabilitasi jalan, hingga pemeliharaan ruas jalan di sejumlah kecamatan. Nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) masing-masing paket bervariasi, mulai ratusan juta hingga lebih dari Rp5 miliar.

Baca juga: Gus Arief Gandeng Guru Besar UGM, Ayam Kampung Disiapkan Jadi Mesin Ekonomi Baru Warga Blora

Paket dengan nilai HPS terbesar yang sedang diproses adalah Belanja Modal Bangunan Kesehatan Gedung Rawat Inap (Fisik) RSUD Samin Surosentiko Randublatung senilai sekitar Rp5 miliar.

Paket tersebut saat ini berada pada tahap evaluasi administrasi, kualifikasi, teknis, dan harga untuk menentukan penyedia yang akan mengerjakan pembangunan gedung layanan kesehatan tersebut.

Selain sektor kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum juga melelang sejumlah proyek peningkatan ruas jalan yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Blora. Di antaranya Pembangunan Jembatan Caban Ruas Jalan Bajar - Sugihwaras - Cabak, Kecamatan Kedungtuban dengan HPS sekitar Rp918,8 juta.

Kemudian terdapat paket Peningkatan Jalan Ngumbul - Karanganyar, Kecamatan Todanan senilai sekitar Rp918,1 juta, serta Peningkatan Jalan Ketileng - Sambeng - Pelemsegeri, Kecamatan Todanan dengan nilai HPS sekitar Rp1,1 miliar.

Di wilayah selatan Blora, pemerintah juga membuka paket Peningkatan Jalan Muraharjo - Jetak - Karanggeneng, Kecamatan Kunduran senilai sekitar Rp1,1 miliar, disusul Peningkatan Jalan Bradag - Krocok - Singgahan, Kecamatan Japah yang juga memiliki nilai HPS sekitar Rp1,1 miliar.

Sementara itu, proyek Peningkatan Jalan Dalangan - Bedingin - Kedungbacin, Kecamatan Todanan dilelang dengan nilai sekitar Rp917,9 juta dan saat ini masih menjalani evaluasi administrasi, teknis, serta harga.

Baca juga: Target Juara Umum Jateng, Gus Arief Tantang Kontingen FASI Blora Naik Satu Tingkat

Sejumlah paket lainnya telah memasuki tahapan yang lebih lanjut. Misalnya Belanja Modal Bangunan Kesehatan dengan nilai sekitar Rp1,2 miliar yang telah berada pada tahap Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) sebagai tanda proses pengadaan hampir selesai.

Beberapa proyek juga telah memasuki masa sanggah, di antaranya Peningkatan Jalan Kedungtuban - Sogo - Gondel, Kecamatan Kedungtuban senilai sekitar Rp685,6 juta, Peningkatan Jalan Sambong - Ledok, Kecamatan Sambong senilai sekitar Rp456,3 juta, Pemeliharaan Berkala Ruas Jalan Lapangan Kridosono, Kecamatan Blora dengan nilai sekitar Rp686,1 juta.

Selain itu, Peningkatan Jalan Ngronggah - Buloh - Kemiri, Kecamatan Kunduran senilai sekitar Rp546,8 juta, hingga Rehabilitasi Jembatan Ruas Jalan Doplang - Jati - Bangkleyan, Kecamatan Jati senilai sekitar Rp442,8 juta.

Seluruh paket tersebut menggunakan mekanisme pengadaan secara elektronik melalui SPSE Inaproc sehingga seluruh proses lelang dapat dipantau secara terbuka oleh masyarakat maupun pelaku usaha.

Baca juga: Tempuran Waduk Fest 2026 Digadang Jadi Ikon Wisata Mendunia, Gus Arief: Saatnya Blora Naik Kelas

Sistem ini juga memungkinkan seluruh tahapan pengadaan berjalan lebih transparan, akuntabel, dan kompetitif sesuai ketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Dengan mulai bergulirnya paket-paket pekerjaan tersebut, pembangunan infrastruktur di Kabupaten Blora diperkirakan akan semakin masif pada semester kedua Tahun Anggaran 2026.

Proyek-proyek tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas konektivitas antarwilayah, memperbaiki sarana pelayanan publik, serta memperkuat fasilitas kesehatan yang menjadi kebutuhan masyarakat.

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru