Blora, MEMANGGIL.CO - Persoalan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukorejo 2, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, tak hanya muncul di SMAN 1 Tunjungan.
Satuan Tugas MBG Kabupaten Blora juga menerima laporan dugaan persoalan makanan di titik penerima lainnya. Salah satunya Pondok Pesantren Al Banjari yang disebut menerima laporan adanya dugaan belatung pada makanan.
Baca juga: Bupati Blora Dorong Revitalisasi Pasar Plaza Cepu, Beras Organik Dibidik Tembus Pasar Nasional
Ketua Satgas MBG Blora, Sri Setyorini atau Bude Rini, mengatakan SPPG Sukorejo 2 melayani tiga titik penerima manfaat.
Tiga lokasi tersebut yakni SMAN 1 Tunjungan, Pondok Pesantren Al Banjari dan sebuah Sekolah Dasar Islam Terpadu (SD IT).
"SPPG ini melayani tiga titik," kata Bude Rini.
Laporan mengenai dugaan persoalan makanan di Al Banjari diterima Satgas ketika melakukan peninjauan dan evaluasi setelah munculnya kasus gangguan kesehatan di SMAN 1 Tunjungan.
Bude Rini menyebut menu yang dibagikan antara lain tempe goreng, brokoli dan ayam.
"Menunya tempe, brokoli, ayam," ujarnya.
Namun, berdasarkan laporan yang diterimanya, terdapat dugaan belatung pada makanan yang diterima di salah satu titik distribusi.
"Ada belatungnya," ungkap Bude Rini.
Temuan dan laporan tersebut membuat aspek kebersihan menjadi salah satu perhatian dalam evaluasi SPPG Sukorejo 2.
"Menurut saya, kebersihannya kurang," katanya.
Kasus tersebut semakin menjadi sorotan setelah ratusan siswa SMAN 1 Tunjungan dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG.
Data yang disampaikan Satgas MBG sebelumnya mencatat 133 siswa dan dua guru mengalami sejumlah keluhan.
Keluhan yang muncul antara lain sakit perut, diare, pusing hingga mual.
Enam siswa disebut harus mendapatkan rujukan untuk penanganan medis lebih lanjut.
Kejadian bermula setelah siswa mengonsumsi makanan MBG pada Senin (7/9/2026). Keluhan kesehatan kemudian mulai dirasakan sejumlah siswa setelah mereka pulang dari sekolah.
Pada Selasa (8/9/2026), jumlah siswa yang mengalami keluhan dilaporkan bertambah.
Pihak SMAN 1 Tunjungan kemudian menghentikan sementara pembagian makanan MBG kepada siswa.
Langkah tersebut dilakukan setelah sekolah mengetahui adanya banyak siswa yang mengalami keluhan kesehatan.
Dugaan hubungan antara makanan MBG dengan keluhan kesehatan pun muncul karena makanan yang dikonsumsi para siswa berasal dari SPPG Sukorejo 2.
Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab.
Pemeriksaan medis dan laboratorium masih dibutuhkan untuk memastikan sumber gangguan kesehatan yang dialami siswa dan guru.
Baca juga: Warga Klokah Blora Krisis Air Bersih, Kejati Jateng Kirim 20 Tangki Bantuan
Di tengah proses tersebut, kondisi dapur SPPG Sukorejo 2 turut mendapat perhatian dari Satgas MBG dan Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Blora.
Sejumlah catatan ditemukan terkait pengelolaan dan penempatan bahan makanan.
Temuan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk memastikan seluruh proses penyediaan makanan MBG memenuhi standar keamanan pangan.
Bude Rini mengatakan persoalan SPPG Sukorejo 2 juga bukan baru pertama kali terjadi.
"Sudah dua kali," katanya.
Menurut dia, sebelum kejadian terbaru, SPPG tersebut telah mendapatkan peringatan.
"Ini yang ketiga," ujarnya.
Karena itu, Satgas MBG Blora memilih mengusulkan agar SPPG Sukorejo 2 ditutup permanen.
"Kami mengusulkan tutup," tegas Bude Rini.
Meski demikian, kewenangan penutupan permanen berada di tingkat pusat.
"Keputusan permanen dari pusat," katanya.
Baca juga: 141 Orang Mengeluh Usai Santap MBG SPPG Sukorejo 2 Blora, Dinkesda Temukan Masalah di Dapur
Selain mengevaluasi kualitas makanan, Satgas MBG juga meminta transparansi terkait pembiayaan program.
Bude Rini meminta pihak SPPG menyerahkan bukti transfer dana kepada Badan Gizi Nasional (BGN).
"Saya minta bukti pengiriman," ujarnya.
Bukti tersebut diminta untuk disampaikan kepada Satgas MBG dan pihak sekolah.
"Laporkan ke saya dan kepala sekolah," katanya.
Rangkaian laporan tersebut kini menjadi bahan evaluasi menyeluruh terhadap SPPG Sukorejo 2.
Evaluasi tidak hanya menyangkut makanan yang telah dikonsumsi penerima manfaat, tetapi juga proses pengadaan bahan, penyimpanan, pengolahan, kebersihan dapur dan distribusi.
Di sisi lain, pemerintah daerah masih menunggu hasil pemeriksaan untuk mengetahui penyebab pasti keluhan kesehatan yang dialami warga sekolah.
Temuan dugaan belatung pada makanan di salah satu titik distribusi juga masih merupakan laporan yang perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan lebih lanjut.
Dengan jumlah warga sekolah yang mengalami keluhan kesehatan dan adanya sejumlah catatan terhadap pengelolaan makanan, keberlangsungan operasional SPPG Sukorejo 2 kini berada dalam evaluasi.
Satgas MBG Blora telah menyatakan sikap dengan mengusulkan penutupan permanen, sementara keputusan akhir tetap menunggu pihak berwenang di tingkat pusat.
Editor : Redaksi