MEMANGGIL.CO - Pantai yang semula dikenal dengan akan airnya yang jernih dengan hamparan pasir putih, dalam beberapa hari terakhir mulai berubah. Pantai Wates di Kecamatan Kaliori Rembang mulai berlumpur.
Awalnya air terlihat berwarna hitam namun semakin lama menjadi hijau dan berbau busuk. Hal ini yang membuat para penikmat wisata pantai merasa terganggu dengan kondisi itu.
Pihak pengelola Pantai Wates, Kaliori, Rembang menyatakan kondisi itu terjadi awal Desember lalu. Tak hanya airnya yang menghitam dan berbau busuk, kondisi itu juga mengancam keberlangsungan biota laut.
"Awalnya air berwarna hitam mas, lalu banyak biota laut yang mati seperti ikan, udang kepiting bahkan ubur-ubur, dua harinya mulai parah pantai penuh lumpur sampai nglumut warna hijau juga baunya menyengat, kalau dipakai mandi rasanya gatal-gatal," terang Ketua Pengelola Pantai Wates Heri Prasetyo saat dikonfirmasi Memanggil.co pada Rabu 27 Desember 2023.
Sementara dari pengakuan salah seorang wisatawan asal Sulang bernama Handoko mengaku dtang ke Pantai Wates, sekarang ini mulai tidak nyaman.
"Nggak nyaman mas, jadi nggak bisa berendam seperti biasanya,anak- anak pun nggak jadi berenang airnya kotor," ujarnya.
Kondisi demikian pengunjung pun mulai menurun dan tidak seramai biasanya. Padahal ini musimnya liburan akhir tahun baru 2023 ini.
"Sejak tahu seperti ini mulai sepi mas padahal ini momen liburan Natal dan tahun baru biasanya ramai sekali, " imbuh Heri.

Disinggung apa penyebabnya, Heri menduga itu karena limbah pengolahan ikan.
"Ini bisa juga disebabkan karena limbah pengolahan ikan," terangnya.
Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Mutaqin mengatakan, menurunya angka wisatawan di Wates bukan saja akibat kondisinya akhir-akhir ini, tapi juga banyaknya destinasi wisata baru yang bermunculan di Rembang.
Karena sesuai data terakhir yang mengalami penurunan bukan hanya Wates tapi hampir keseluruhan wisata di Rembang.
"Kalau soal turunya angka pengunjung, bukan hanya di Wates saja mas, seperti Ngulahan, Candimulyo, dan Lengkowo juga turun," katanya.
Penulis : RinduwanEditor : Arief Miko