MEMANGGIL.CO-  Kota Bogor terpilih sebagai salah satu dari 25 kota pertama dalam program Gerakan Menuju 100 Smart City Indonesia. Diketahui, gerakan ini bertujuan untuk membangun kota cerdas melalui konsep laboratorium atau inkubator di tingkat kota.

Adapun Kota Bogor tengah menjalani evaluasi tahap kedua untuk menentukan peringkat dalam pelaksanaan Smart City terbaik di Ruang Rapat Kian Santang Balai Kota Bogor, Selasa (12/11/2024).

Proses evaluasi ini dilakukan secara daring melalui Zoom, bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dihadiri oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).

Sekretaris Diskominfo Kota Bogor, Oki Tri Fasiasta Nurmala Alam, menjelaskan bahwa evaluasi kali ini sangat penting untuk mendalami berbagai program yang telah diimplementasikan dalam rangka mewujudkan kota cerdas.

Ia mengatakan para asesor dari Kementerian Komunikasi dan Digital meminta tambahan laporan dari tim pelaksana Smart City Kota Bogor guna memperluas pemahaman terhadap seluruh inovasi dan program yang telah berjalan.

"Proses asesmen ini sangat bermanfaat bagi Kota Bogor karena memungkinkan evaluasi yang lebih objektif. Hal ini akan mencerminkan secara menyeluruh upaya yang telah kami lakukan, terutama dalam memberikan layanan publik berkualitas tinggi bagi masyarakat," ungkap Oki.

Oki juga menambahkan bahwa Kota Bogor telah memulai inisiatif Smart City sejak tahun 2017 dan kini sudah memasuki tahun ketujuh pelaksanaannya. Ia mencatat bahwa ada perkembangan signifikan dalam pelayanan publik sejak tahun 2017 hingga 2024.

Ia menuturkan, salah satu contoh perkembangan tersebut adalah Bogor Single Window, sebuah layanan publik terintegrasi yang kini dapat diakses melalui website, aplikasi iOS dan Android, serta chatbot Talas Bogor.

HUT RI

Dijelaskan, hingga kini, 148 aplikasi telah terintegrasi dalam sistem ini dari total target 179 aplikasi yang direncanakan. Oki menargetkan integrasi penuh akan tercapai pada 2025-2026.

"Semua layanan publik di Kota Bogor kini dapat diakses melalui Bogor Single Window, yang memungkinkan masyarakat untuk memperoleh layanan dengan lebih mudah dan efisien," jelas Oki.

Ia juga menekankan bahwa hasil evaluasi ini akan menghasilkan indeks kematangan Smart City untuk Kota Bogor yang menjadi acuan penting bagi pemerintah daerah dalam mengakses anggaran dari pemerintah pusat. Saat ini, Kota Bogor memiliki indeks Smart City sebesar 3,46 dan indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sebesar 3,72, yang masuk dalam kategori sangat baik.

Oki berharap, melalui evaluasi ini, indeks Smart City Kota Bogor akan terus meningkat, sejalan dengan peningkatan indeks SPBE. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah, dan media, dalam mewujudkan Smart City yang sukses.

"Kesuksesan implementasi Smart City memerlukan kolaborasi pentahelix. Semua elemen harus bergerak bersama dengan tujuan yang sama agar Smart City di Kota Bogor dapat tercapai dengan optimal," tutup Oki.