MEMANGGIL.CO - Tragedi longsor melanda kawasan pertambangan batu kapur di Gunung Kuda, Desa Bobos dan Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Jumat siang (30/5). Sedikitnya 14 orang dilaporkan meninggal dunia dalam insiden tersebut.

Bencana terjadi sekitar pukul 10.20 WIB saat aktivitas penambangan batu galian C tengah berlangsung. Tebing batu di area tambang mendadak runtuh, menimbun sejumlah alat berat dan para pekerja yang berada di lokasi kejadian.

Rekaman video amatir yang beredar memperlihatkan detik-detik tebing runtuh, disertai kepulan debu tebal yang menyelimuti area kerja. Suasana panik pun langsung terjadi, saat para pekerja berusaha menyelamatkan diri dari reruntuhan.

Berdasarkan data yang dihimpun dari sejumlah rumah sakit, berikut adalah daftar 14 korban yang meninggal dunia:

1. Sanuri (47) – warga Blok Dukumulya, Desa Semplo, Palimanan.

2. Andri bin Surasa (40) – warga Padabenghar, Pesawahan, Kuningan.

3. Sukadi bin Sana (48) – warga Buntet Pesantren, Astana Japura.

4. Kendra alias Bureng – warga Blok Wanggungwangi, Desa Girinata, Dukupuntang.

5. Rion Firmansyah – warga Gunung Santri Kepuh, Palimanan.

6. Dendi Irmawan (40) – warga Cimenyan, Bandung.

7. Sarwa bin Sukira (36) – warga Blok Pontas, Kenanga, Sumber.

8. Rusjaya bin Rusdi (48) – warga Desa Beberan, Palimanan.

HUT RI

9. Suparta bin Supa (42) – warga Desa Kepuh, Arjawinangun.

10. Ikad Budiargo bin Arsiya (47) – warga Desa Budur, Ciwaringin, Cirebon.

11. Rino Ahmadi bin Wahyudin (28) – warga Blok III, Desa Cikalahang, Dukupuntang.

12. Jamaludin bin Ali (49) – warga Blok Lurah RT 15/04, Desa Srengseng, Kerangkeng, Indramayu.

13. Toni bin Arifin (46) – warga Desa Cikesal, Palimanan, Cirebon.

14. Wastoni bin Hamzah (25) – warga Desa Srengseng, Indramayu.

Sebagian besar korban ditemukan dalam kondisi meninggal di lokasi kejadian dan langsung dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Arjawinangun.

Sementara itu, pihak berwenang masih menyelidiki status perizinan area penambangan batu kapur tersebut. 

Dikutip dari Antara, lokasi longsor merupakan wilayah galian C yang masih aktif beroperasi, namun kepastian legalitasnya masih dipertanyakan.