Tuban, MEMANGGIL.CO – Pagi itu, udara Desa Mrutuk, Kecamatan Widang, terasa biasa saja. Matahari mulai meninggi ketika Siti Khoriyah (40), seorang penggarap tambak, sibuk memberi makan ikan.

Namun, momen keseharian itu seketika berubah menjadi mimpi buruk. Sosok seorang lansia mengambang di permukaan air, menatap kosong ke langit biru.

Rasa terkejut Siti tak tertahankan. Ia segera memanggil Kacung Martono (40) untuk memeriksa. Dengan hati-hati, Kacung menggunakan kayu untuk mendekati sosok itu, dan nyata ada jasad seorang manusia.

“Saksi pertama kali mengetahuinya saat memberi makan ikan di tambak,” ungkap Iptu Siswanto, Kasi Humas Polres Tuban.

“Karena saksi takut mengecek sendiri, ia minta tolong Kacung, dan ternyata itu adalah jasad seorang.” tambahnya.

Korban, Wisnu Subroto (80), seorang buruh tani asal Desa Ngadipuro, Kecamatan Widang, telah meninggalkan rumah sejak sehari sebelumnya. Keluarga mengungkapkan, Wisnu sudah mulai pikun.

Meski demikian, kabar kepergiannya di perairan tambak ini tetap meninggalkan duka mendalam bagi orang-orang yang mengenalnya.

Sate Pak Rizki

Segera, temuan tersebut dilaporkan ke perangkat desa dan diteruskan ke Polsek Widang. Tak lama kemudian, petugas Polsek Widang bersama tim Inafis Polres Tuban datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Pemeriksaan awal memastikan, peristiwa ini termasuk kategori non-pidana. Tidak ada indikasi kekerasan atau tindak kriminal, ini adalah perjalanan alami seorang manusia yang telah menua dan tersesat dalam dunia pikun.

"Tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," tegas Kasi Humas Polres Tuban.

Jenazah Wisnu Subroto kemudian dievakuasi ke puskesmas, sebelum akhirnya dibawa pulang untuk disemayamkan di rumah duka, menutup bab terakhir dari kehidupan yang sederhana namun penuh kisah di Desa Ngadipuro.