Blora, MEMANGGIL.CO - Upaya memperkuat pencegahan dan penanganan narkotika di Kabupaten Blora segera memasuki fase baru. Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam waktu dekat akan membuka kantor pelayanan di Blora melalui pembentukan Unit Layanan Terpadu (ULT) BNN Kabupaten Blora. Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional memperluas jangkauan layanan BNN hingga ke daerah perbatasan.

Rencana tersebut mengemuka dalam kunjungan silaturahmi Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah (BNNP Jateng) Dr. Toton Rasyid beserta jajaran ke Kabupaten Blora. Kunjungan ini secara khusus membahas persiapan pembentukan ULT sebagai cikal bakal kehadiran layanan BNN yang lebih dekat dengan masyarakat.

Blora dinilai memiliki posisi geografis yang strategis sekaligus rawan. Letaknya yang berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Timur membuka potensi menjadi jalur masuk dan perlintasan peredaran narkotika. Kondisi tersebut mendorong BNNP Jawa Tengah untuk memperkuat langkah pencegahan sejak dini melalui pembentukan unit layanan di daerah.

Kepala BNNP Jawa Tengah Dr. Toton Rasyid menegaskan bahwa kehadiran ULT BNN di Blora bukan sekadar membuka kantor baru, tetapi mempercepat pelayanan kepada masyarakat.

“Blora berada di wilayah perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Karena itu, kami memandang perlu membentuk Unit Layanan Terpadu BNN di Blora agar pencegahan, penanganan, dan rehabilitasi narkotika bisa dilakukan lebih cepat dan lebih dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

ULT BNN di Blora nantinya akan menjalankan fungsi layanan pencegahan, edukasi, serta rehabilitasi. Kehadiran unit ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya dalam akses layanan rehabilitasi yang selama ini harus dirujuk ke daerah lain.

Dalam kunjungan tersebut, turut hadir Kepala Bagian Umum BNNP Jawa Tengah Hj. Wahyu Ratriyani, serta Kepala Bidang Rehabilitasi BNNP Jawa Tengah Sholikhun. Kehadiran jajaran ini menegaskan bahwa pembentukan ULT BNN di Blora telah dipersiapkan secara serius dan terukur.

Pemerintah Kabupaten Blora menyambut baik rencana tersebut. Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman menilai kehadiran BNN di daerah menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat dari ancaman narkoba.

“Kami menyambut baik rencana pembentukan Unit Layanan Terpadu BNN di Kabupaten Blora. Ini adalah bentuk komitmen bersama untuk melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari bahaya narkoba,” ujar Gus Arief, pangggilannya.

Sate Pak Rizki

Menurut Bupati, keberadaan ULT BNN juga akan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta elemen masyarakat dalam mewujudkan Blora yang aman dan sehat.

“Pencegahan narkoba tidak bisa dilakukan sendiri. Dengan adanya BNN di Blora, koordinasi akan lebih kuat dan layanan kepada masyarakat bisa lebih cepat serta tepat sasaran,” tambahnya.

Selain penindakan, pendekatan rehabilitasi menjadi fokus penting. Dengan kehadiran ULT BNN, masyarakat yang membutuhkan pendampingan dan pemulihan akibat penyalahgunaan narkotika dapat memperoleh layanan yang lebih mudah, manusiawi, dan terintegrasi.

Bagi masyarakat Blora, rencana pembentukan ULT BNN ini membawa harapan baru. Edukasi bahaya narkoba dapat menjangkau lapisan masyarakat lebih luas, sementara akses rehabilitasi tidak lagi terkendala jarak dan waktu.

Sejalan dengan semangat “Blora Bersinar” (Bersih Narkoba) serta komitmen Nyawiji mBangun Blora Akur Makmur Misuwur, kehadiran BNN di Blora diharapkan menjadi fondasi kuat dalam membangun generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing.

Dengan langkah ini, Blora menegaskan komitmennya untuk aktif dalam gerakan nasional melawan narkoba. Dari wilayah perbatasan, Blora bersiap memperkuat pertahanan sosial demi masa depan daerah yang aman, maju, dan berkelanjutan.