Blora, MEMANGGIL.CO - Dalam tradisi Jawa, weton kelahiran dipercaya membawa gambaran tentang watak, perjalanan hidup, hingga rezeki seseorang, Rabu (21/1/2026).

Salah satu weton yang cukup sering dibahas dalam kitab Primbon Betaljemur Adammakna adalah weton Rabu Pon, yang memiliki neptu 14, hasil penjumlahan Rabu bernilai 7 dan Pon bernilai 7.

Weton Rabu Pon dikenal memiliki karakter utama Lakuning Rembulan, atau diibaratkan seperti bulan yang menerangi malam.

Sosok dengan weton ini umumnya memiliki pembawaan yang menenangkan, tutur kata yang sopan, serta mampu menjadi peneduh bagi orang-orang di sekitarnya. Kehadirannya sering membuat suasana menjadi lebih damai.

Dalam primbon tersebut juga dijelaskan bahwa orang yang lahir pada Rabu Pon termasuk pribadi yang cerdas dan tekun. Mereka terbiasa berpikir terencana, tidak gegabah dalam mengambil keputusan, serta memiliki ketekunan tinggi dalam bekerja.

Karena itulah, weton ini sering dikaitkan dengan orang-orang yang mampu bertahan dan berkembang dalam jangka panjang.

Dari sisi pergaulan, Rabu Pon dikenal sebagai pribadi yang sosial dan dermawan. Mereka mudah berempati, senang membantu, dan tidak tega melihat orang lain kesusahan.

Sifat peduli ini membuat mereka sering dipercaya dan dihormati di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Namun, di balik sifat positif tersebut, primbon juga mencatat adanya sisi kelemahan.

Pemilik weton Rabu Pon terkadang memiliki sifat keras kepala dan cukup sulit menerima saran, terutama jika merasa pemikirannya sudah benar. Jika tidak dikendalikan, sifat ini bisa memicu kesalahpahaman dengan orang terdekat.

Sate Pak Rizki

Soal rezeki dan kehidupan, Rabu Pon termasuk dalam kategori Tibo Gedhong. Dalam perhitungan primbon, istilah ini menggambarkan seseorang yang memiliki potensi besar untuk hidup mapan, mampu mengumpulkan harta, dan memiliki derajat yang baik di masyarakat.

Rezekinya cenderung datang secara bertahap, bukan instan, namun stabil. Primbon juga menyebut bahwa puncak kemakmuran weton Rabu Pon biasanya dirasakan di usia matang, khususnya saat memasuki usia 50-an.

Di fase ini, hasil kerja keras sejak muda mulai terasa, baik dalam bentuk kestabilan ekonomi maupun ketenangan hidup.

Menariknya, dalam beberapa literasi Jawa, weton Rabu Pon kerap dikaitkan dengan titisan Dewi Sri Laksmi, simbol kemakmuran dan keberuntungan.

Hal ini semakin memperkuat anggapan bahwa pemilik weton ini memiliki aura rezeki yang baik, asalkan dibarengi dengan sikap rendah hati dan kesabaran.

Meski demikian, masyarakat Jawa juga meyakini bahwa weton hanyalah gambaran awal. Sikap hidup, usaha, dan doa tetap menjadi kunci utama dalam menentukan arah kehidupan seseorang.

Weton Rabu Pon memberi potensi, sementara hasil akhirnya tetap bergantung pada bagaimana seseorang menjalaninya.