Blora, MEMANGGIL.CO - Bupati Blora, H. Arief Rohman menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Blora dalam memperkuat pelayanan dasar masyarakat melalui percepatan implementasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) di seluruh wilayah Kabupaten Blora pada tahun 2026.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati yang akrab disapa Gus Arief saat memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Implementasi Posyandu 6 SPM Kabupaten Blora Tahun 2026, yang dihadiri jajaran Forkopimda, kepala OPD terkait, camat, serta unsur lintas sektor lainnya.

Gus Arief menyampaikan bahwa Posyandu saat ini tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan ibu dan bayi, melainkan telah berkembang menjadi pusat pelayanan dasar masyarakat lintas sektor sesuai kebijakan nasional.

“Posyandu sekarang tidak hanya urusan kesehatan ibu dan anak. Tetapi juga mencakup pendidikan, perumahan rakyat, sosial, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat, hingga pekerjaan umum seperti air bersih, sanitasi, dan pengelolaan sampah terpadu,” tegasnya ditulis Selasa (13/1/2026).

Ia menjelaskan, penguatan peran Posyandu tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024, yang mengatur tentang integrasi enam pelayanan dasar dalam satu wadah pelayanan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.

Menurut Gu Arief, implementasi Posyandu 6 SPM merupakan langkah strategis untuk mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat sekaligus mempercepat pencapaian indikator pembangunan daerah.

“Kami minta implementasi Posyandu 6 SPM ini segera dibentuk dan dilaksanakan di seluruh kecamatan di Kabupaten Blora. Ini harus menjadi gerakan bersama lintas sektor,” ujarnya. 

Sebagai langkah awal, Pemkab Blora juga akan menetapkan satu desa di setiap kecamatan sebagai proyek percontohan (pilot project) pelaksanaan Posyandu 6 SPM.

Desa percontohan ini nantinya akan menjadi model penerapan layanan terpadu yang bisa direplikasi ke desa-desa lainnya.

Sate Pak Rizki

“Kita akan bentuk desa pilot project. Ke depan, pelaksanaan Posyandu 6 SPM ini juga akan kita lombakan dengan Piala Bupati, agar ada semangat, inovasi, dan kompetisi positif antarwilayah,” ungkapnya.

Gus Arief menekankan pentingnya sinergi antar organisasi perangkat daerah (OPD) dalam menyukseskan program ini.

Ia meminta seluruh OPD terkait untuk tidak bekerja secara sektoral, tetapi mengedepankan kolaborasi dan integrasi program.

“Posyandu 6 SPM ini tidak bisa dikerjakan sendiri-sendiri. Semua harus terlibat, mulai dari kesehatan, pendidikan, sosial, perumahan, pekerjaan umum, hingga linmas dan trantibum,” tandasnya.

Melalui implementasi Posyandu 6 SPM, Pemkab Blora berharap kualitas pelayanan publik di tingkat desa semakin meningkat, sekaligus memperkuat upaya pencegahan stunting, penurunan kemiskinan, peningkatan kualitas lingkungan, serta penguatan ketahanan sosial masyarakat.

Rapat koordinasi tersebut juga menjadi forum penyamaan persepsi dan langkah teknis antar OPD serta pemerintah kecamatan, agar pelaksanaan Posyandu 6 SPM pada tahun 2026 dapat berjalan efektif, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Blora.