Jakarta, MEMANGGIL.CO - Hari Raya Idul Fitri 1447 H kali ini menghadirkan perhatian publik setelah selebgram fenomenal Lucinta Luna membagikan pengalaman spiritualnya saat berada di luar negeri. 

Melalui unggahan di media sosial pribadinya, ia terlihat menunaikan salat Idulfitri di Seoul, Korea Selatan. Penampilannya pun berbeda dari biasanya. Ia mengenakan baju koko, sarung, dan peci hitam, tampil sederhana tanpa riasan, serta mengikuti salat berjamaah Idulfitri.

Ibadah tersebut diketahui dilaksanakan di Seoul Central Mosque. Dalam momen itu, ia juga memilih berdiri di saf laki-laki. Penampilan ini menjadi sorotan karena berbeda dari citra glamor yang selama ini melekat padanya.

Dalam keterangan unggahannya, ia menyampaikan pesan yang cukup menyentuh terkait perjalanan hidup dan keinginannya untuk mendekatkan diri kepada Allah.

“Meskipun aku hanyalah seorang pendosa yang tak luput dari penyimpangan, izinkan aku, Muhammad Fatah, di hari yang suci ini untuk beribadah lebih dekat kepada-Mu ya Allah,” tulisnya dikutip Rabu (25/3/2026). 

Ia juga mengungkapkan bahwa langkah tersebut bukan hal yang mudah, tetapi menjadi bagian dari proses dirinya untuk berubah ke arah yang lebih baik.

“Di momen Idul Fitri ini, untuk pertama kalinya saya memberanikan diri menunaikan salat ied berjamaah di masjid di negeri seberang. Berdiri di barisan saf laki-laki, itu adalah sebuah langkah keberanian kecilku, tapi penuh makna dalam perjalanan imanku,” lanjutnya.

Unggahan tersebut langsung menuai beragam respons dari netizen. Ada yang memberikan dukungan, namun tidak sedikit pula yang melontarkan komentar negatif. Meski begitu, fenomena ini mengingatkan bahwa perjalanan setiap orang dalam memperbaiki diri adalah proses yang berbeda-beda.

Dalam ajaran Islam sendiri, setiap manusia selalu memiliki kesempatan untuk kembali dan mendekat kepada Allah, meskipun dosanya sudah melampaui batas.  

Sate Pak Rizki

Yang perlu kita ingat sebagai umat muslim adalah Rahmat Allah begitu besar jika dibandingkan dengan dosa yang kita perbuat.

Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam Al-Qur’an Surah Az-Zumar ayat 53:

قُلْ يٰعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا ۗاِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Artinya:

"Katakanlah: Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa tidak ada kata terlambat untuk berubah. Apa yang ditunjukkan dalam unggahan tersebut bisa dilihat sebagai bagian dari perjalanan seseorang dalam mencari ketenangan dan memperbaiki diri, meski dilakukan secara perlahan.

Di tengah berbagai pandangan yang muncul, momen ini juga mengajak banyak orang untuk lebih bijak dalam menyikapi perubahan orang lain. Karena pada akhirnya, setiap langkah kecil menuju kebaikan tetap memiliki makna besar di sisi-Nya.