Surabaya, MEMANGGIL.CO - Puluhan guru, karyawan aktif, para mantan kepala sekolah dan mantan guru, hingga perwakilan alumni dari berbagai angkatan sejak tahun 1975 SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya berkumpul di aula lantai 6 Smamda Tower, Senin (30/3/2026).
Mereka berkumpul menyambung silaturrahmi dalam sebuah kegiatan bertajuk halal bihalal 1447 H. Kegiatan yang dikemas berbeda dari tahun-tahun sebelumnya ini mengusung tema "Jejak Panjang Pengabdian, Membangun Kebersamaan, Meraih Kemuliaan".
Kepala Smamda Surabaya, Ustaz Muklasin, mengatakan bahwa langkah ini diambil untuk menyatukan seluruh kekuatan demi pengembangan sekolah di masa depan.
"Hari ini kita mencoba menyatukan seluruh kekuatan, baik yang sekarang masih bertugas maupun yang sudah purna. Harapan kami, semua komponen ini adalah unsur penting untuk pengembangan SMA Muhammadiyah 2 Surabaya ke depan," terang Ustaz Muklasin.
Dalam rangkaian acara tersebut, para mantan kepala sekolah diminta memberikan pesan-pesan moral dan spiritual sebagai nilai yang diwariskan kepada guru-guru junior.
"Mengingat Smamda bergerak di bidang jasa pendidikan, masukan dan kritik dari para pendahulu dianggap krusial untuk menjaga kualitas lulusan," katanya lagi.
Sementara itu, Ustaz M. Wahyudi, Kepala Smamda periode 1984–1999, menegaskan pentingnya menjaga integritas dan kapabilitas guru.
Ustaz Wahyudi yang pernah menjadi pengajar Pendidikan Agama Islam tersebut juga mengatakan, sekolah tidak hanya sekadar mengumpulkan murid, tetapi harus memberikan nilai tambah dalam hal ibadah, penguasaan teknologi, dan pengembangan bakat.
"Karakter Muhammadiyah itu tetap sama, yakni penguasaan IPTEK namun tetap berlandaskan kejujuran dan takwa. Ini yang menjadi nilai tambah kita. Kemajuan Smamda tidak boleh lepas dari moral, jangan sampai terjadi kebangkrutan spiritual," jelas Ustaz Wahyudi.
Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang refleksi perjalanan sekolah yang kini telah memasuki kepemimpinan generasi ketiga.
Melalui sinergi antar-generasi ini, Smamda Surabaya menargetkan penguatan sarana prasarana serta kualitas SDM yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan akar moralitasnya.