MEMANGGIL.CO  – Kepergian penyanyi Vidi Aldiano pada 7 Maret 2026 lalu masih meninggalkan duka mendalam bagi industri hiburan Tanah Air. Namun, di tengah suasana duka, muncul fenomena Egi Fazri, seorang konten kreator yang menjadi sorotan karena dinilai memiliki kemiripan gaya dengan almarhum.

Menanggapi hal tersebut, ayah Vidi Aldiano, Harry Kiss, akhirnya angkat bicara. Harry mengungkapkan kekecewaannya terhadap pihak-pihak yang dianggap memanfaatkan momentum duka demi popularitas pribadi atau "panjat sosial".

Kritikan Pedas dari Sahabat
Harry Kiss menyebut bahwa ketidaknyamanan terhadap aksi Egi Fazri tidak hanya dirasakan oleh pihak keluarga, tetapi juga oleh para sahabat dekat Vidi. Salah satu kritik tajam kabarnya datang dari mentalis sekaligus presenter kenamaan, Deddy Corbuzier.

"Banyak orang yang cari panggung. Buat saya sih, orang-orang seperti itu hanya memanfaatkan sesuatu yang lagi viral," ujar Harry Kiss dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Reyben Entertainment.

Ia juga menyinggung pernyataan keras yang sempat terlontar dari Deddy Corbuzier terkait fenomena tersebut.

"Tapi kata Om Deddy itu 'sampah'. Itu kata Om Ded ya, kalau saya pribadi sih tidak tega bicara seperti itu," lanjut Harry.

Ziarah dan Perayaan Ulang Tahun di Makam
Polemik ini memuncak saat Egi Fazri menghadiri momen peringatan ulang tahun Vidi Aldiano di TPU Tanah Kusir pada Minggu (29/3/2026). Dalam kesempatan tersebut, Egi membawa kue ulang tahun sebagai simbol penghormatan.

Sate Pak Rizki

Egi, yang sebelumnya populer karena konten menirukan gaya bernyanyi Vidi, berdalih bahwa kehadirannya semata-mata untuk mendoakan almarhum yang sangat ia kagumi.

"Walaupun sudah tidak ada, sosok Vidi tidak akan pernah tergantikan dan tetap ada di hati kita," ungkap Egi saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan.

Egi juga mengklaim telah meminta izin kepada orang tua Vidi sebelum membawa kue ke area pemakaman. Menurutnya, hal itu dilakukan untuk mengenang keberadaan Vidi yang akan selalu hidup di ingatan para penggemar.

Etika Menghargai Orang yang Telah Tiada
Meski Egi Fazri menegaskan tujuannya adalah untuk menghormati, respons publik di media sosial terbelah. Banyak warganet yang menilai aksi menirukan gaya almarhum secara berlebihan di tengah masa duka dianggap kurang etis dan melukai perasaan keluarga.

Hingga saat ini, pihak keluarga berharap agar publik dapat mengenang karya-karya positif Vidi Aldiano tanpa harus memunculkan narasi "pengganti" yang justru memicu kegaduhan di tengah masa berkabung.