Blora, MEMANGGIL.CO - Kinerja layanan kesehatan di RSUD dr. R. Soeprapto Cepu berbanding lurus dengan capaian keuangannya sepanjang 2025. Rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Blora itu mencatat realisasi pendapatan melampaui target, sekaligus menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan manajemen, total pendapatan RSUD Cepu selama 2025 mencapai Rp72,7 miliar atau 108,5 persen dari target yang ditetapkan. Angka tersebut meningkat cukup tajam dibandingkan realisasi 2024 yang berada di kisaran Rp59,9 miliar.

Direktur RSUD Cepu, drg. Wilys Yuniarti, menilai capaian tersebut mencerminkan peningkatan kinerja layanan.

“Ini indikator positif,” ujarnya singkat, ditulis Kamis (9/4/2026). 

Ia menambahkan, peningkatan tidak hanya terlihat dari capaian tahunan, tetapi juga dari perbandingan antarperiode. Pada Triwulan IV 2025, target pendapatan meningkat sekitar 8,9 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara realisasi pendapatan secara keseluruhan naik hingga 21,3 persen secara tahunan.

Dari sisi sumber pendapatan, sektor pelayanan kesehatan masih menjadi tulang punggung. Penerimaan dari retribusi layanan tercatat mencapai sekitar Rp72,09 miliar atau 108,4 persen dari target.

Pendapatan dari layanan berbasis Jaminan Kesehatan Nasional melalui BPJS juga menunjukkan tren peningkatan, dengan kenaikan sekitar 28 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, pendapatan dari jasa giro mencatat lonjakan paling tinggi, yakni lebih dari 300 persen.

“Pelayanan tetap jadi penopang utama,” kata Wilys.

Kenaikan juga tercermin dari rata-rata pendapatan bulanan. Sepanjang 2024, pendapatan rata-rata berada di kisaran Rp4,7 miliar per bulan. Pada 2025, angka tersebut meningkat menjadi sekitar Rp5,7 miliar per bulan.

Sate Pak Rizki

Secara periodik, puncak pendapatan tertinggi terjadi pada bulan September dan Desember 2025. Kondisi ini mengindikasikan adanya peningkatan aktivitas layanan kesehatan pada periode tertentu.

Di sisi lain, realisasi belanja RSUD Cepu juga menunjukkan angka tinggi. Sepanjang 2025, serapan anggaran mencapai sekitar 95,7 persen dari total pagu yang dialokasikan.

Rinciannya, belanja dari sumber dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) terealisasi sekitar 95,8 persen. Dana Alokasi Khusus (DAK) mencapai 96,3 persen, Bantuan Provinsi (Banprov) 95,9 persen, dan Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar 89 persen.

“Serapan anggaran cukup optimal,” jelasnya.

Tingginya realisasi tersebut mencerminkan penggunaan anggaran yang efektif dalam mendukung operasional rumah sakit, termasuk peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat.

Laporan kinerja keuangan ini telah disampaikan manajemen kepada Dewan Pengawas sebagai bagian dari evaluasi tahunan. Evaluasi tersebut menjadi dasar dalam penyusunan strategi peningkatan layanan ke depan.

Dengan capaian ini, RSUD Cepu menegaskan posisinya sebagai fasilitas kesehatan daerah yang tidak hanya menjalankan fungsi pelayanan publik, tetapi juga mampu menjaga kinerja keuangan secara berkelanjutan.