Surabaya, MEMANGGIL.CO - Sebanyak 3.000 peserta bakal meramaikan ajang Suroboyo 10K pada 7 Juni 2026 mendatang. Gelaran City Touchdown yang berlangsung di Kopi Mako Daur Baru ini merupakan bagian dari rangkaian The Ultimate 10K Series powered by Bank BJB.

Menjadi kota kedua setelah Bandung dalam rangkaian seri lomba lari bergengsi tersebut, Surabaya akan mengajak para peserta melintasi rute ikonik dan bersejarah di pusat kota. 

Selain dikenal ramah terhadap komunitas lari, Kota Pahlawan Surabaya menawarkan sensasi berlari yang berbeda dengan atmosfer urban khas metropolitan.

Melalui agenda City Touchdown di Kopi Nako Daur Baur, Surabaya, Sabtu (11/4/2026), 

Ajang Suroboyo 10K mulai diperkenalkan kepada komunitas dan pegiat lari di Kota Pahlawan. 

Kegiatan ini menjadi ruang temu antara penyelenggara dengan komunitas lari lokal untuk memperkenalkan konsep event sekaligus menyerap aspirasi pelari Surabaya.

Event Partnership & Sponsorship Manager Harian Kompas Ari Setiawan mengungkapkan bahwa Surabaya dipilih sebagai salah satu tuan rumah. 

"Karena Surabaya memiliki karakter kota yang kuat," jelasnya, Sabtu (11/04/2026).

Memiliki sejarah panjang, Surabaya juga didukung atmosfer metropolitan yang cocok untuk ajang race 10 kilometer kompetitif.

“Surabaya kita pilih karena ini kota dengan karakter yang kuat. Banyak sejarah besar dimulai dari Surabaya. Spirit itu yang ingin kami hadirkan dalam Suroboyo 10K,” terang Ari. 

Ari mengatakan, Suroboyo 10K direncanakan mengambil rute kawasan Basuki Rahmat dengan titik start dan finish di Balai Kota Surabaya. 

Rute tersebut dipilih untuk menghadirkan pengalaman berlari yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga menyuguhkan panorama kawasan ikonik dan bersejarah kota. 

Peserta akan melintasi jantung kota metropolitan dengan jalan protokol yang lebar, deretan bangunan heritage, serta atmosfer urban khas Surabaya. 

Karakter itu diyakini menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi pelari luar daerah.

“Setiap kota punya karakter masing-masing. Surabaya menawarkan sensasi berlari di kota metropolitan dengan tantangan cuaca panas dan suasana urban yang khas. Itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi pelari ketika bisa mencatat personal best di sini,” papar Ari lagi.

Tidak hanya menonjolkan aspek kompetitif, penyelenggara menilai ajang ini juga berpotensi mendorong sektor sport tourism di Kota Pahlawan. 

Sate Pak Rizki

Ari menyebut sekitar 20 hingga 25 persen peserta diprediksi berasal dari luar Surabaya. Kondisi itu diyakini dapat menggerakkan okupansi hotel, kunjungan wisata, hingga sektor kuliner. 

"Surabaya punya daya tarik wisata kota yang kuat. Dengan peserta dari luar daerah, event ini tentu ikut menghidupkan ekosistem wisata dan ekonomi kota,” katanya. 

Sebagai ajang race, Suroboyo 10K akan menerapkan sistem lomba kompetitif dengan cut off time dua jam serta cut off point di kilometer lima sekitar 50 menit. 

Sistem tersebut diterapkan untuk menjaga kualitas race sekaligus meminimalkan gangguan lalu lintas.

“Kami ingin event ini juga ramah terhadap pengguna jalan. Jadi ketika pelari bergerak cepat dan selesai tepat waktu, penutupan jalan tidak terlalu lama sehingga aktivitas kota tetap berjalan baik,” jelas Ari.

Pendaftaran early bird akan segera dibuka yang kemudian dilanjutkan penjualan reguler pada pertengahan April 2026. 

Selain kategori satu kota, peserta juga dapat mendaftar untuk seluruh seri di empat kota sekaligus demi mengejar medali khusus finisher The Ultimate 10K Series.

Ke depan, penyelenggara menargetkan Suroboyo 10K berkembang menjadi event lari paling prestisius di Surabaya, termasuk dengan mendorong sertifikasi resmi rute hingga standar internasional.

“Kalau tahun pertama ini berjalan baik, kami akan tingkatkan skala event, jumlah peserta, hingga sertifikasi rute. Target akhirnya tentu menjadikan Suroboyo 10K sebagai ajang lari paling bergengsi di Surabaya,” pungkas Ari. 

Group Head Marketing Bank BJB Purwana Bagja menegaskan dukungan terhadap Suroboyo 10K merupakan bagian dari komitmen Bank BJB dalam mendorong gaya hidup sehat dan mendukung komunitas olahraga di berbagai daerah.

“Kami melihat Suroboyo 10K bukan sekadar event, tetapi momentum untuk mengumpulkan orang-orang dengan energi yang sama dan semangat untuk terus berkembang,” jelasnya. 

Sementara Manager Marketing Communication Bank BJB Giant Darma menambahkan, keterlibatan Bank BJB di Surabaya juga menjadi strategi memperluas kedekatan merek dengan masyarakat di luar wilayah utama Bank BJB.

Melalui ajang ini, Surabaya tak hanya menjadi tuan rumah lomba lari nasional, tetapi juga menegaskan diri sebagai kota yang ramah terhadap perkembangan olahraga lari sekaligus destinasi sport tourism baru di Indonesia. 

“Surabaya menjadi kota penting bagi kami untuk memperluas engagement. Kami ingin lebih dekat dengan komunitas dan masyarakat melalui event yang positif seperti ini,” terang Giant.