Tuban, MEMANGGIL.CO – Suasana aula SMA Negeri 1 Tambakboyo tampak berbeda pada Senin (18/5/2026).
Ratusan siswa duduk serius mendengarkan paparan tentang bahaya rokok dan vape yang kini semakin dekat dengan kehidupan remaja.
Di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap tren penggunaan rokok elektronik di kalangan pelajar, Pemerintah Kabupaten Tuban melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Tuban menggelar Kampanye Tidak Merokok sekaligus deklarasi lingkungan sekolah bebas asap rokok dalam rangka memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026.
Mengusung tema “Membongkar Daya Tarik, Membongkar Kecanduan Nikotin dan Tembakau”, kegiatan tersebut diikuti sebanyak 117 peserta.
Sebanyak 100 siswa menjadi sasaran utama, sementara guru, tenaga pendidik, orang tua, dan organisasi profesi dilibatkan sebagai pendukung penguatan edukasi.
Kampanye itu menjadi bagian dari upaya serius Pemkab Tuban untuk membentengi generasi muda dari pengaruh rokok maupun vape yang kian masif menyasar anak-anak usia sekolah.
Dinkes P2KB Tuban juga menggandeng UOBF Puskesmas Tambakboyo untuk memperkuat edukasi mengenai bahaya rokok aktif, rokok pasif, hingga dampak penggunaan vape terhadap kesehatan remaja.
Langkah tersebut dilakukan menyusul tingginya angka perokok aktif di Indonesia.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Desember 2025, prevalensi perokok aktif usia 15 tahun ke atas mencapai 28,68 persen.
Kepala SMA Negeri 1 Tambakboyo, Evi Aviyah, menyambut baik pelaksanaan kampanye tersebut.
Menurutnya, lingkungan sekolah memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan hidup sehat bagi para siswa.
“Kami mendukung upaya menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan bebas asap rokok. Edukasi seperti ini penting agar siswa memahami risiko merokok bagi kesehatan dan masa depan mereka,” ujarnya.
Sementara itu, JF Adminkes Ahli Muda Dinkes P2KB Tuban, Ike Mairina, menjelaskan bahwa remaja merupakan kelompok yang rentan terhadap pengaruh promosi produk tembakau dan nikotin. Karena itu, edukasi sejak dini dinilai penting agar siswa memiliki keberanian menolak ajakan merokok.
“Kami ingin siswa memiliki keberanian menolak ajakan merokok, termasuk memahami dampaknya bagi kesehatan diri maupun lingkungan,” kata Ike.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa tidak hanya menerima materi secara formal, tetapi juga diajak berdiskusi secara interaktif mengenai dampak rokok terhadap kesehatan dan kehidupan sosial mereka.
Materi disampaikan oleh Siti Azmilatin, S.Keb., dari Dinkes P2KB Kabupaten Tuban. Dalam paparannya, ia mengajak siswa memahami bahaya rokok sekaligus memperkuat kesadaran untuk menjauhi kebiasaan tersebut di lingkungan pergaulan.
Selain itu, siswa juga mendapatkan pembagian media komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE), serta pengenalan program SAHABAT UBM dari petugas promosi kesehatan Puskesmas Tambakboyo.
Program itu terintegrasi dengan guru bimbingan konseling sebagai penguatan layanan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).
Tak berhenti pada edukasi, Dinkes P2KB bersama pihak sekolah dan Puskesmas Tambakboyo juga melakukan advokasi penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di lingkungan sekolah.
Komitmen itu ditandai dengan pemasangan banner larangan merokok secara simbolis di area sekolah sebagai pengingat bahwa lingkungan pendidikan harus menjadi ruang aman dan sehat bagi siswa.
Bagi para pelajar di SMAN 1 Tambakboyo, kampanye tersebut bukan sekadar seremonial tahunan.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa masa depan generasi muda bisa dimulai dari keberanian mengatakan tidak pada rokok dan vape.
“Sekolah harus menjadi ruang aman dan sehat bagi tumbuh kembang generasi muda,” tegas Ike.