Di Balik WTP ke-11, Pengelolaan Pajak Tuban Jadi Temuan BPK

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wabup Tuban, Joko Sarwono (kanan) ketika menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI atas LKPD tahun anggaran 2025 dengan capaian opini WTP berturut-turut 11 kali. (Ist)
Wabup Tuban, Joko Sarwono (kanan) ketika menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI atas LKPD tahun anggaran 2025 dengan capaian opini WTP berturut-turut 11 kali. (Ist)

Tuban, MEMANGGIL.CO – Pemerintah Kabupaten Tuban kembali menorehkan prestasi di bidang tata kelola keuangan dengan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025.

Capaian ini menjadi yang ke-11 kalinya secara berturut-turut diterima oleh pemerintah setempat ini.

Namun di balik raihan prestisius tersebut, BPK masih menemukan sejumlah catatan yang perlu segera dibenahi oleh pemerintah daerah.

Salah satunya terkait pengelolaan pendapatan pajak dan retribusi daerah yang dinilai belum sepenuhnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Temuan itu tercantum dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas LKPD Tahun 2025 terhadap 33 pemerintah daerah di Jawa Timur, termasuk Kabupaten Tuban.

Dalam pemeriksaannya, BPK mengidentifikasi beberapa permasalahan dalam pengelolaan keuangan daerah yang memerlukan tindak lanjut dari pemerintah daerah.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah pengelolaan pendapatan pajak dan retribusi daerah yang belum dilaksanakan sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku.

Saat dikonfirmasi terkait temuan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengelola Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kabupaten Tuban, Maftuhatul Hidayah, belum memberikan tanggapan sampai, Kamis, (4/6/2026).

Upaya konfirmasi terkait langkah-langkah yang akan ditempuh Pemkab Tuban untuk menindaklanjuti rekomendasi dari BPK tersebut juga belum direspon.

BPK Minta Pemkab Tuban Serius Tindaklanjuti Rekomendasi 

Meski demikian, BPK menegaskan bahwa temuan tersebut tidak mempengaruhi kewajaran penyajian LKPD Tahun 2025 sehingga Kabupaten Tuban tetap memperoleh opini WTP. Kendati demikian, seluruh rekomendasi yang diberikan tetap wajib ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.

"Meski memperoleh opini WTP, kami minta pemerintah daerah tetap serius menindaklanjuti rekomendasi yang disampaikan BPK dalam LHP," tegas Kepala Perwakilan BPK Jawa Timur, Yuan Candra, dalam siaran pers yang disampaikan pada 29 Mei 2026.

Laporan Hasil Pemeriksaan tersebut diterima langsung oleh Wakil Bupati Tuban, Joko Sarwono, yang mewakili Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, bersama Ketua DPRD Tuban, Sugiantoro, di Kantor BPK Perwakilan Provinsi Jawa Timur.

Menanggapi capaian opini WTP ke-11 tersebut, Wakil Bupati Tuban Joko Sarwono menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran birokrasi di lingkungan Pemkab Tuban atas sinergi dan komitmen yang terus terjaga dalam mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang baik.

Menurutnya, keberhasilan mempertahankan opini WTP tidak lepas dari kedisiplinan organisasi perangkat daerah (OPD) dan aparatur sipil negara (ASN) dalam menyusun serta menyajikan laporan keuangan sesuai Standar Akuntansi Pemerintahan.

Selain itu, ia juga mengapresiasi dukungan DPRD Tuban yang selama ini menjalankan fungsi pengawasan secara harmonis sehingga turut memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

"Capaian ini merupakan hasil kerja keras, kolaborasi, dan komitmen bersama seluruh elemen di Pemkab Tuban. Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh kepala OPD, ASN, serta seluruh pihak yang terus menjaga budaya kerja yang profesional, transparan, dan akuntabel," pungkasnya.

Berita Terbaru

Diduga Lecehkan 26 Mahasiswi dan Dosen di WhatsApp, 6 Mahasiswa Unesa Dinonaktifkan

Diduga Lecehkan 26 Mahasiswi dan Dosen di WhatsApp, 6 Mahasiswa Unesa Dinonaktifkan

Minggu, 19 Jul 2026 12:24 WIB

Minggu, 19 Jul 2026 12:24 WIB

Surabaya, MEMANGGIL.CO  — Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menonaktifkan enam mahasiswa vokasi menyusul investigasi dugaan kekerasan verbal melalui grup Wh…

Kereta Api Jadi Favorit Wisatawan Mancanegara, Stasiun Gubeng Tertinggi

Kereta Api Jadi Favorit Wisatawan Mancanegara, Stasiun Gubeng Tertinggi

Sabtu, 18 Jul 2026 23:24 WIB

Sabtu, 18 Jul 2026 23:24 WIB

Surabaya, MEMANGGIL.CO – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya mencatat peningkatan jumlah wisatawan mancanegara yang menggunakan Kereta A…

Anggota Bawaslu Grobogan Dikukuhkan Sebagai Saka Adhyasta Pemilu 

Anggota Bawaslu Grobogan Dikukuhkan Sebagai Saka Adhyasta Pemilu 

Sabtu, 18 Jul 2026 12:06 WIB

Sabtu, 18 Jul 2026 12:06 WIB

Grobogan, MEMANGGIL.CO – Angtota Bawaslu Grobogan dilantik sebagai Majelis Pembimbing dan Pembina Satuan Karya (Saka) Adhyasta Pemilu Kwartir Cabang (Kwarcab) G…

Dukung Industri Jatim, PLN UIT JBM Perkuat Sistem Transmisi Kawal RUPTL

Dukung Industri Jatim, PLN UIT JBM Perkuat Sistem Transmisi Kawal RUPTL

Sabtu, 18 Jul 2026 12:05 WIB

Sabtu, 18 Jul 2026 12:05 WIB

Surabaya.MEMANGGIL.CO  — PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) akan mengawal target Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Li…

Akhirnya Korban Tenggelam di Bengawan Solo Cepu Ditemukan Meninggal Dunia

Akhirnya Korban Tenggelam di Bengawan Solo Cepu Ditemukan Meninggal Dunia

Sabtu, 18 Jul 2026 11:27 WIB

Sabtu, 18 Jul 2026 11:27 WIB

Blora, MEMANGGIL.CO - Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan korban yang diduga tenggelam di Sungai Bengawan Solo, wilayah Kelurahan Cepu, Kecamatan Cepu,…

Genjot Pasar Global di Tengah Ketidakpastian, BI Jatim Gelar Java Coffee and Flavors Fest 2026

Genjot Pasar Global di Tengah Ketidakpastian, BI Jatim Gelar Java Coffee and Flavors Fest 2026

Jumat, 17 Jul 2026 20:57 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 20:57 WIB

Surabaya, MEMANGGIL.CO — Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur kembali membuka gelaran tahunan Java Coffee & Flavors Fest (JCFF) 2026 di Alun-alun …