Surabaya, MEMANGGIL.CO – Sejumlah pengunjung dan pasien sempat terjebak di dalam lift setelah terjadi gangguan listrik di Rumah Sakit Umum Siloam Surabaya, Jumat (19/6/2026). Insiden tersebut berlangsung sekitar 10 menit sebelum petugas berhasil melakukan penanganan dan mengembalikan operasional fasilitas rumah sakit secara bertahap.

Petugas keamanan RS Siloam Surabaya, Ony, membenarkan adanya gangguan listrik yang menyebabkan lift berhenti beroperasi sementara.

"Sudah kami kondisikan. Menunggu sekitar 10 menit kurang lebih," kata Ony saat ditemui di lokasi.

Salah seorang pengunjung yang berada di dalam lift saat kejadian, Lelly Yuana, mengaku sempat terkejut ketika lift yang ditumpanginya tiba-tiba berhenti.

"Tadi lift mati saat akan turun. Ini sudah dua kali terjadi. Waktu mencoba menggunakan lift lagi, lift tiba-tiba berhenti dan membuat beberapa orang kaget," ujarnya.

Menurut Lelly, situasi di dalam lift sempat menimbulkan kecemasan bagi para penumpang. Namun kondisi berhasil diatasi setelah pasokan listrik kembali normal.

"Syukurlah listrik kembali normal dan lift bisa berfungsi lagi. Teman-teman yang tadi terjebak juga sudah bisa keluar," katanya.

Sate Pak Rizki

Gangguan listrik tersebut juga berdampak pada aktivitas pengunjung yang hendak menuju ruang perawatan pasien. Sejumlah keluarga pasien memilih menggunakan tangga darurat karena layanan lift belum berfungsi normal.

"Ya sudah, saya naik tangga darurat saja. Lumayan sampai lantai 9," ujar salah seorang keluarga pasien.

Sementara itu, Direktur RS Siloam Surabaya, Maria M.P., Sp.PK, menjelaskan bahwa saat terjadi gangguan, pasokan listrik yang tersedia diprioritaskan untuk layanan medis kritis.

"Semua kelistrikan diarahkan ke ICU karena pasien membutuhkan ventilator. Selain itu masih ada operasi yang berlangsung, sehingga kami harus berbagi pasokan listrik," jelasnya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab gangguan listrik tersebut. Namun kondisi rumah sakit berangsur normal setelah pasokan listrik kembali stabil dan fasilitas yang terdampak dapat dioperasikan kembali.