Surabaya, MEMANGGIL.CO – Hujan deras yang turun pada malam hari kerap dikaitkan dengan berbagai mitos yang berkembang di masyarakat. Mulai dari pertanda akan terjadi peristiwa besar, adanya makhluk gaib yang sedang melintas, hingga diyakini sebagai tanda datangnya rezeki. Namun, para ahli meteorologi menegaskan bahwa hujan merupakan fenomena alam yang dapat dijelaskan secara ilmiah.
Di sejumlah daerah di Indonesia, hujan lebat pada malam hari sering dianggap sebagai pertanda tertentu. Sebagian masyarakat percaya hujan malam merupakan tanda alam sedang "membersihkan" lingkungan dari energi negatif. Ada pula yang mengaitkannya dengan kejadian-kejadian penting yang akan terjadi keesokan harinya.
Meski demikian, secara ilmiah hujan terjadi akibat proses kondensasi uap air di atmosfer yang membentuk awan dan kemudian jatuh sebagai presipitasi. Badan meteorologi menjelaskan bahwa hujan malam hari umumnya dipengaruhi oleh kondisi suhu udara, kelembapan, arah angin, serta aktivitas awan hujan yang berkembang sejak sore hingga malam.
Fenomena hujan deras pada malam hari juga cukup umum terjadi di wilayah tropis seperti Indonesia. Setelah pemanasan maksimal pada siang hari, udara lembap naik ke atmosfer dan membentuk awan konvektif. Awan tersebut kemudian berkembang dan menghasilkan hujan pada sore hingga malam hari.
Di kalangan masyarakat Jawa, terdapat pula mitos bahwa hujan deras pada malam hari merupakan pertanda adanya tamu jauh yang akan datang atau kabar penting yang segera diterima keluarga. Kepercayaan tersebut diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian dari kearifan lokal yang masih hidup hingga saat ini.
Pengamat cuaca menilai mitos-mitos tersebut merupakan bagian dari budaya yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Namun, masyarakat tetap diimbau memahami fenomena cuaca berdasarkan informasi resmi agar dapat mengantisipasi potensi bencana seperti banjir, genangan, atau angin kencang yang sering menyertai hujan lebat.
Terlepas dari berbagai mitos yang beredar, hujan deras pada malam hari pada dasarnya merupakan fenomena alam yang dipengaruhi kondisi atmosfer. Kepercayaan masyarakat boleh tetap dijaga sebagai warisan budaya, namun pemahaman ilmiah tetap diperlukan agar masyarakat lebih siap menghadapi perubahan cuaca yang semakin dinamis.