Surabaya, MEMANGGIL.CO  PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) meluncurkan Program BARUNA (Bali Restorasi Untuk Alam & Nusantara). 

Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan untuk menyelamatkan dan mengonservasi ekosistem terumbu karang yang kian terancam di kawasan Labuan Amuk, Kabupaten Karangasem, Bali. 

Penyerahan dukungan program ini dilakukan secara simbolis pada Selasa lalu, 23 Jumi 2026 oleh Manager Komunikasi & TJSL PLN UIT JBM, Agustin Kusmawati, bersama Manager Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Bali, Made Gita Mardika, kepada Ketua Yayasan Ecoway Conservation, Gagah Gumilar, selaku mitra pelaksana. 

Dalam program ini, PLN UIT JBM memberikan bantuan komprehensif untuk memulihkan ekosistem bawah laut Labuan Amuk. 

 Bantuan tersebut meliputi, pembuatan media restorasi atau struktur meja apung dan struktur pohon karang. 

Instalasi bawah laut dan penyediaan bibit karang berkualitas. 

Selain itu, proses pemindahan dan penanaman karang, serta pengadaan storybook sebagai media edukasi lingkungan bagi masyarakat dan generasi muda. 

"Terumbu karang yang sehat akan menjadi fondasi penting bagi keberlangsungan sektor perikanan, pariwisata bahari, serta perekonomian masyarakat pesisir," kata General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja dalam keterangan resminya, Jumat, 16 Juni 2026. 

Sate Pak Rizki

Ia juga menekankan,  keberlanjutan lingkungan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat. 

Selain berfungsi sebagai pelindung alami garis pantai dan habitat biota laut, sehatnya terumbu karang di Labuan Amuk diproyeksikan akan membawa dampak domino bagi perekonomian. 

" Produktivitas hasil tangkapan nelayan diyakini akan meningkat, potensi wisata bahari akan berkembang, dan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat pesisir akan terbuka lebar," ungkap Ika. 

Melalui program BARUNA yang sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ini. 

" PLN optimistis kolaborasi bersama para pemangku kepentingan dapat menciptakan ekosistem laut yang lestari sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia," pungkas Ika Sudarmaja