Tuban, MEMANGGIL.CO — Suasana Gedung DPRD Kabupaten Tuban pada Minggu (20/9/2026) terasa berbeda. Ruang yang biasanya menjadi tempat membahas berbagai persoalan daerah, kali ini dipenuhi semangat dan antusiasme anak-anak muda yang beradu strategi dalam Piala PWI Tuban Esport Season III 2026.

Di tengah riuh pertandingan, Ketua DPRD Kabupaten Tuban, Sugiantoro, memberikan dukungan penuh terhadap gelaran yang digagas Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tuban tersebut.

Bagi Sugiantoro, esports bukan semata tentang permainan di layar. Di balik perangkat dan pertandingan, terdapat proses belajar membaca situasi, menyusun strategi, bekerja dalam tim, sekaligus mengendalikan diri untuk tetap menjunjung sportivitas.

Karena itu, ia mengapresiasi langkah PWI Tuban yang secara konsisten memberikan ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat mereka.

“Saya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada PWI Tuban yang tidak henti-hentinya berupaya semaksimal mungkin untuk membina anak-anak muda, khususnya dalam menyalurkan bakat-bakat mereka di game esports,” ujar Sugiantoro saat membuka kegiatan.

Peserta Bertambah, Antusiasme Meningkat

Piala PWI Tuban Esport Season III 2026 menjadi gambaran bahwa minat generasi muda terhadap esports terus berkembang.

Sugiantoro melihat langsung perbedaan antusiasme peserta dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Jika tahun lalu masih terdapat sejumlah tempat yang kosong, kali ini suasana pertandingan terlihat jauh lebih ramai.

“Kalau tahun lalu pesertanya tidak sebanyak ini. Kalau saya lihat kemarin mungkin separuh dari tempat duduk ini tidak terisi. Kalau sekarang jauh lebih banyak dan full,” kata politisi senior asal Partai Golkar. 

Bagi Sugiantoro, meningkatnya jumlah peserta menjadi tanda bahwa kegiatan seperti ini memiliki ruang tersendiri di tengah perkembangan generasi digital.

Namun, ia mengingatkan agar perkembangan esports tidak berhenti pada kompetisi dan kemenangan semata. Ada nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, serta kemampuan mengatur waktu yang perlu dibangun sejak dini.

Dukungan DPRD untuk Ruang Kreativitas Anak Muda

Dukungan terhadap Piala PWI Tuban Esport, menurut Sugiantoro, merupakan bagian dari perhatian terhadap berbagai kegiatan positif yang dilakukan PWI Tuban.

Ia menegaskan bahwa DPRD Kabupaten Tuban terbuka memberikan dukungan terhadap kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan generasi muda, termasuk pendidikan, olahraga, dan kegiatan positif lainnya.

“Saya mendukung penuh. Setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh teman-teman, terutama dari PWI Tuban, saya kira tidak hanya kegiatan game ini saja. Ada kegiatan-kegiatan lain, baik dari sisi pendidikan, olahraga maupun hal-hal yang lain,” jelasnya.

Pesan itu menjadi penting di tengah perkembangan teknologi digital yang begitu cepat. Dunia esports kini tidak hanya berbicara tentang permainan, tetapi telah berkembang menjadi ekosistem yang melibatkan atlet, tim, pelatih, strategi, kompetisi, hingga pembinaan prestasi.

Karena itu, Sugiantoro berharap turnamen yang digelar PWI Tuban tidak berhenti sebagai agenda tahunan. Dari kompetisi tersebut, ia ingin muncul bibit-bibit baru yang suatu saat mampu membawa nama Tuban ke panggung yang lebih tinggi.

Dari Tuban Menuju Panggung Nasional

Di hadapan para peserta, Sugiantoro menyampaikan harapan agar mereka tidak melihat pertandingan hanya dari hasil akhir.

Kemenangan bukan satu-satunya ukuran. Proses mengikuti kompetisi, belajar dari kekalahan, menghargai lawan, serta menjaga sikap selama pertandingan juga menjadi bagian penting dari perjalanan seorang atlet.

Ia bahkan melihat peluang esports untuk berkembang hingga tingkat nasional maupun internasional.

“Ini tidak hanya permainan yang kita laksanakan hari ini kemudian selesai. Esports sudah masuk dalam kejuaraan tingkat nasional maupun sampai SEA Games. Saya berharap yang duduk di tempat ini betul-betul bisa menjadi bibit yang nantinya bisa berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” tandasnya.

Namun, ada satu pesan yang secara khusus ia tekankan kepada seluruh peserta yakni sportivitas.

Menurutnya, kemenangan seharusnya tidak menjadi alasan untuk merendahkan lawan atau bersikap berlebihan. Sebaliknya, kemenangan harus menjadi bagian dari proses membangun karakter.

“Kalau menang jangan gaya-gayaan. Gunakanlah ini sebaik-baiknya untuk membangun sportivitas dari teman-teman semua,” pungkasnya.