MEMANGGIL.CO - Politeknik Energi dan Migas (PEM) Akamigas merupakan perguruan tinggi vokasi. Yakni perguruan tinggi untuk menyiapkan mahasiswa bisa langsung bekerja. Di kampus ini, mahasiswa diberikan materi praktek lebih banyak, jika dibandingkan teori. Perbandinganya yakni 60 persen praktek dan 40 persen teori.

Direktur PEM Akamigas Cepu, Erdila Indriani mengatakan, PEM Akamigas Cepu yang didirikan sejak tahun 1966, memang banyak melahirkan para tenaga ahli profesional di bidang migas. Termasuk diantaranya mendidik para mahasiswa asal Malaysia, yang kini sukses membangun Petronas.

Para alumninya tersebar tidak hanya di Indonesia saja, namun seluruh dunia. Tak hanya itu, nama PEM Akamigas juga dikenal harum di industri Migas.

Sebab lulusannya terbukti diterima di industri migas baik dalam negeri maupun internasional, ujar Erdila kepada Memanggil.co di PEM Akamigas Cepu, Jumat (04/08/2023)

Seleksi Kuliah di PEM Akamigas

[caption id="attachment_6642" align="alignnone" width="1198"] PEM Akamigas merupakan perguruan tinggi vokasi yang menyiapkan mahasiswa langsung bekerja.(Memanggil.co/Ist)[/caption]

Untuk bisa diterima dan berkuliah di PEM Akamigas, kata Erdila, memang dilakukan proses seleksi ketat saat masa Pendaftaran Mahasiswa Baru (PMB) tiap tahunnya. Seleksi mahasiswa di kampus ikatan dinas di bawah Kementrian ESDM ini, dibuka melalui jalur program mandiri dan beasiswa.

Menurut Erdila, PEM Akamigas sejak tahun 2011 lalu, menerima mahasiswa untuk umum. Dimana sebelumnya hanya mendidik pekerja.

HUT RI

Sedangkan tahun 2023 ini yang diterima sebanyak 309 orang melalui jalur umum. Serta 34 orang untuk alih jenjang atau dari program Diploma 3 ke Diploma 4, ungkap Erdila saat agenda Sidang Terbuka Pelantikan Mahasiswa Baru PEM Akamigas Tahun Akademik 2023/2024.

Erdila mengakui, PEM Akamigas berupaya meningkatkan kuota jumlah mahasiswa baru tiap tahunnya. Namun untuk saat ini, masih maksimal sekitar 1300 orang mahasiswa.

Untuk PMB tahun depan bersamaan Program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka, maka diharapkan bisa menambah kuota lebih dari 1.500 mahasiswa.

Dari hunian asrama sekitar 1250 kamar dengan jumlah mahasiswa saat ini sebanyak 1100 orang, sebetulnya rasionya proporsional. Namun dengan adanya Program Merdeka Belajar, maka otomatis mahasiswa tingkat 4 yang selesai melakukan program magang dan bisa tinggal di luar asrama kampus, terangnya.