Cepu, MEMANGGIL.CO - RSUD dr. R. Soeprapto Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan yang tidak berhenti di balik pintu ruang periksa.
Pada Kamis, 5 Maret 2026, kegiatan sharing kesehatan bertajuk "Waspada Sumbatan Pembuluh Darah di Kaki" digelar di Ruang Tunggu Poliklinik RSUD Cepu, menghadirkan dr. Assyifa Tasya Dwindani sebagai narasumber.
Kegiatan ini menjadi ruang edukasi langsung bagi masyarakat yang hadir, sekaligus wujud nyata semangat sharing is caring yang terus diusung RSUD Cepu.
Topik yang diangkat kali ini adalah Penyakit Arteri Perifer atau yang lebih dikenal dengan singkatan PAP sebuah kondisi medis yang sayangnya masih kerap dianggap sepele oleh masyarakat. Padahal, jika dibiarkan tanpa penanganan, dampaknya bisa sangat serius.
PAP adalah kondisi di mana pembuluh darah arteri, terutama di bagian kaki, mengalami penyempitan atau bahkan penyumbatan akibat penumpukan plak atau yang dalam dunia medis disebut aterosklerosis.
Sederhananya, aliran darah menuju kaki terhambat, dan bila terus dibiarkan, jaringan di sekitarnya bisa mengalami kerusakan permanen.
Dalam sesi edukasi tersebut, dr. Assyifa Tasya Dwindani memaparkan bahwa PAP bukanlah penyakit yang datang tiba-tiba. Ada sejumlah faktor risiko yang perlu diwaspadai sejak dini.
"Penyakit Arteri Perifer ini banyak dialami oleh mereka yang memiliki kebiasaan merokok, usia lanjut, hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, serta riwayat penyakit jantung. Faktor-faktor ini secara perlahan merusak dinding pembuluh darah dan memicu penumpukan plak," jelas dr. Assyifa Tasya Dwindani kepada peserta yang hadir.
Lalu bagaimana cara mengenali gejalanya? Dokter Assyifa menjelaskan bahwa gejala PAP seringkali muncul dalam bentuk yang terasa biasa saja di awal nyeri atau kram di kaki saat berjalan yang kemudian membaik ketika beristirahat.
Selain itu, kaki bisa terasa dingin atau mati rasa, warna kulit berubah, hingga luka di kaki yang tidak kunjung sembuh meski sudah dirawat. Gejala-gejala inilah yang kerap diabaikan, padahal bisa menjadi sinyal peringatan awal yang sangat penting.
"Kalau kaki terasa nyeri setiap kali jalan tapi membaik saat istirahat, jangan langsung disepelekan sebagai kelelahan biasa. Itu bisa jadi tanda bahwa aliran darah di kaki Anda sedang terganggu dan perlu segera diperiksa," tegas dr. Assyifa.
Kabar baiknya, PAP bisa dicegah. Dokter Assyifa menekankan bahwa langkah pencegahan tidak harus rumit dan mahal.
Berhenti merokok, rutin berolahraga termasuk senam kaki, menerapkan pola makan sehat, serta mengontrol penyakit penyerta seperti diabetes dan hipertensi adalah kunci utama menjaga sirkulasi darah tetap lancar dan pembuluh darah tetap sehat.
Melalui kegiatan ini, RSUD dr. R. Soeprapto Cepu berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya deteksi dini dan tidak menunggu kondisi memburuk baru datang ke fasilitas kesehatan. Pencegahan selalu lebih baik dan lebih murah daripada pengobatan.
Bagi masyarakat Cepu dan sekitarnya yang ingin berkonsultasi atau memeriksakan kondisi kesehatan pembuluh darah, RSUD dr. R. Soeprapto Cepu siap memberikan pelayanan terbaik.
Yuk, mulai kenali gejalanya dan jaga kesehatan pembuluh darahmu sejak sekarang. Karena kesehatan adalah investasi terbaik yang bisa kamu berikan untuk dirimu sendiri.
Editor : Abdul Rohman