RSUD Cepu Blora Pastikan Warga Terdampak Banjir Tetap Bisa Berobat

Reporter : Redaksi
RSUD dr. R. Soeprapto Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. (Foto: Dok. Pribadi/Memanggil.co)

Cepu, MEMANGGIL.CO - Di tengah ancaman penyakit yang kerap mengikuti bencana banjir, akses terhadap layanan kesehatan menjadi kebutuhan mendesak, khususnya bagi masyarakat terdampak di wilayah Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Tidak hanya soal ketersediaan layanan, tetapi juga kemampuan ekonomi warga menjadi faktor penting dalam memastikan penanganan medis dapat diakses secara merata.

Kondisi ini menjadi perhatian RSUD dr. R. Soeprapto Cepu, yang memastikan pelayanan kesehatan tetap terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang terdampak banjir dan memiliki keterbatasan ekonomi.

Baca juga: Banjir Berulang Jadi Ancaman, RSUD Cepu Blora Siapkan Obat dan Koordinasi Lintas Layanan

Direktur RSUD Cepu, drg. Wilys Yuniarti, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan skema layanan bagi warga kurang mampu agar tetap bisa mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.

“Untuk skema pelayanan warga yang berdampak banjir dengan keterbatasan ekonomi dan membutuhkan penanganan di rumah sakit bisa menggunakan SKTM,” jelasnya kepada Memanggil.co, ditulis Rabu (15/4/2026). 

Skema Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) tersebut menjadi salah satu alternatif yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memperoleh akses layanan kesehatan tanpa terbebani biaya secara penuh.

Langkah ini dinilai penting, mengingat dalam situasi bencana, banyak warga mengalami penurunan kemampuan ekonomi akibat terganggunya aktivitas dan sumber penghasilan.

Meski demikian, hingga saat ini belum terdapat kebijakan khusus dari pemerintah terkait pembebasan biaya pengobatan bagi korban banjir. Hal ini membuat skema jaminan sosial seperti SKTM menjadi solusi utama yang dapat diakses masyarakat dalam kondisi darurat.

Baca juga: Tinjau Lokasi Banjir Cepu, Wabup Blora Ungkap Akar Masalah dan Solusi Jangka Panjang

Di sisi lain, RSUD Cepu memastikan kesiapan internal tetap terjaga, baik dari sisi tenaga medis maupun fasilitas pelayanan. Kesiapan ini menjadi bagian dari langkah antisipasi jika sewaktu-waktu terjadi peningkatan kasus penyakit pascabanjir.

“Untuk jumlah tenaga dan fasilitas kita sudah mumpuni, untuk obat-obatan kita siapkan kalau ada peningkatan kasus penyakit pasca banjir,” tegas drg. Wilys.

Kesiapan tersebut mencakup layanan rawat jalan, rawat inap, hingga penanganan kasus-kasus yang membutuhkan tindakan medis lebih lanjut. Dengan dukungan sumber daya yang ada, RSUD Cepu optimistis mampu mengantisipasi lonjakan pasien apabila situasi memburuk.

Namun demikian, pihak rumah sakit menekankan bahwa upaya kuratif saja tidak cukup. Pencegahan tetap menjadi langkah paling efektif untuk menekan risiko penyakit di tengah kondisi banjir yang masih berpotensi terjadi.

Baca juga: Waspada Penyakit Leptospirosis Saat Banjir, RSUD Cepu Blora Paparkan Tanda-Tandanya

Direktur RSUD Cepu pun mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan aspek kebersihan, baik secara pribadi maupun lingkungan sekitar. Menurutnya, perilaku hidup bersih menjadi kunci utama dalam memutus rantai penyebaran penyakit.

“Pesan kepada masyarakat agar selalu menjaga kebersihan diri maupun kebersihan lingkungan agar banjir tidak terjadi,” pungkasnya.

Dengan kombinasi antara kesiapan layanan kesehatan dan kesadaran masyarakat, diharapkan dampak kesehatan akibat banjir di wilayah Cepu dapat ditekan, sehingga tidak berkembang menjadi krisis yang lebih luas.

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru