Polemik Sumur Minyak Blora Memanas, Kades Gandu Buka Suara Soal Dua Badan Usaha yang Beroperasi

Reporter : Teguh Arianto
Iwan Sucipto, Kades Desa Gandu Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora. (Dok. Teguh)

Blora, MEMANGGIL.COPolemik pengelolaan sumur minyak di Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, kian memanas setelah munculnya dua badan usaha yang sama-sama mengklaim aktivitas di wilayah tersebut, yakni Mataram Connection Nusantara (MCN) dan Minyak Gandu Blora (MGB).

Situasi ini turut memicu kegelisahan warga lantaran aktivitas operasional sumur minyak disebut-sebut sempat terhenti tanpa kejelasan lanjutan.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Desa Gandu, Iwan Sucipto, akhirnya angkat bicara. Dalam keterangannya pada Selasa malam, ia mengaku belum mengetahui secara detail status perizinan dari kedua pihak yang saat ini beroperasi di wilayah desanya.

“Sejujurnya saya tidak mengetahui secara rinci perizinan yang dimiliki masing-masing pihak. Setahu saya selama ini hanya ada Mataram Connection yang beraktivitas,” ujar Iwan, Selasa, (12/5/2026).

Ia menegaskan bahwa urusan legalitas usaha bukan merupakan kewenangan pemerintah desa. Menurutnya, hal tersebut sepenuhnya berada di bawah instansi teknis seperti Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) serta Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Blora.

“Pemberian izin itu bukan ranah saya. Kalau memang ada kejelasan resmi dari Bupati atau Gubernur kepada masyarakat, tentu situasi tidak akan seperti sekarang,” tegasnya.

Iwan juga menyebut, keresahan warga dipicu oleh terhentinya aktivitas sumur minyak tanpa adanya kepastian kapan kegiatan bisa kembali berjalan.

Di sisi lain, ia menegaskan tidak terlibat dalam organisasi atau paguyuban pengelola sumur minyak di desa tersebut, serta menyerahkan sepenuhnya dinamika yang ada kepada masyarakat.

Terkait isu adanya penghadangan kendaraan operasional yang sempat beredar di masyarakat, Iwan membantah keras adanya instruksi dari dirinya.

Ia menyebut saat kejadian berlangsung dirinya sedang berada di luar daerah karena tugas dinas.

“Informasi yang saya terima, tidak ada penghadangan. Warga hanya berkumpul di lapangan voli. Truk juga masih berada di area sumur dan belum bergerak keluar,” jelasnya.

Sementara itu, pihak Minyak Gandu Blora (MGB) melalui Suyono sebelumnya menyatakan bahwa aktivitas usaha mereka sempat terhambat saat akan mengirimkan sampel minyak ke Pertamina.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya telah mengantongi dokumen perizinan yang sah dan siap diuji secara hukum apabila diperlukan.

“Kami punya tim khusus untuk urusan perizinan, dan siap jika legalitas kami diuji. Saat ini kami baru mengelola satu titik sumur aktif, dengan sistem mandiri agar tidak terikat dengan badan usaha yang sudah ada,” ungkap Suyono beberapa waktu lalu.

Editor : Abdul Rohman

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru