Blora, MEMANGGIL.CO - Jumat pagi di Kelurahan Kunduran, Kecamatan Kunduran, Jumat (10/7/2026), berjalan tenang seperti biasanya. Matahari mulai meninggi ketika beberapa anggota Bhabinkamtibmas Polsek Kunduran menyusuri gang-gang permukiman warga.
Mereka datang tanpa sirene, tanpa keramaian, dan tanpa seremoni. Di tangan mereka hanya ada paket sembako, sementara di wajah mereka terselip senyum dan sapaan hangat.
Baca juga: Ratusan Mahasiswa Tiga Kampus Turun ke Blora, Bupati Titip Misi Atasi ATS hingga Dorong Desa Mandiri
Rutinitas sederhana itu telah menjadi bagian dari program Jumat Berkah yang secara berkala dilaksanakan Polsek Kunduran. Bukan sekadar agenda seremonial, kegiatan tersebut menjadi cara anggota kepolisian mendekatkan diri dengan masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan perhatian dan uluran tangan.
Pagi itu, satu per satu rumah warga didatangi. Anggota Bhabinkamtibmas mengetuk pintu, menyapa penghuni rumah, berbincang sejenak, lalu menyerahkan bantuan sembako. Tidak ada jarak antara polisi dan masyarakat. Yang terlihat justru keakraban yang terbangun dari komunikasi sederhana dan kepedulian yang tulus.
Lima warga RT 06 RW 01 Kelurahan Kunduran menerima bantuan tersebut, yakni Jumari (46), Wartini (66), Jan (72), Jilan (70), dan Ngatini (54). Bagi mereka, bantuan itu bukan sekadar paket kebutuhan pokok, tetapi juga menjadi bukti bahwa masih ada yang peduli terhadap kondisi yang mereka hadapi.
Di sela-sela kegiatan, anggota Bhabinkamtibmas juga memanfaatkan momen tersebut untuk mendengar cerita warga, mengetahui kondisi lingkungan, sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas agar keamanan dan kerukunan di lingkungan tetap terjaga.
Kapolsek Kunduran IPTU Budi Santoso melalui anggotanya mengatakan, kegiatan Jumat Berkah merupakan bentuk nyata kepedulian Polri kepada masyarakat.
"Kegiatan Jumat Berkah ini merupakan wujud kepedulian Polri kepada masyarakat yang membutuhkan. Kami ingin hadir tidak hanya ketika ada persoalan keamanan, tetapi juga berbagi kebahagiaan dan meringankan beban warga melalui bantuan sembako," ujarnya.
Menurutnya, kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar menjalankan tugas kepolisian. Sambang yang dilakukan secara rutin menjadi ruang untuk membangun komunikasi, mempererat silaturahmi, sekaligus mengetahui secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi warga.
"Melalui sambang seperti ini, komunikasi antara polisi dan masyarakat menjadi semakin dekat. Kami bisa mengetahui kondisi warga secara langsung, sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas agar lingkungan tetap aman, rukun, dan kondusif," lanjutnya.
Baca juga: MKD Kenalkan Insektisida Chlordin Lewat Big Call Spray, Petani Diajak Uji Langsung di Lahan
Di tengah kehidupan masyarakat yang tidak selalu mudah, perhatian kecil sering kali memiliki arti besar. Kehadiran polisi yang datang mengetuk pintu rumah sambil membawa bantuan sederhana menjadi pengingat bahwa tugas menjaga keamanan juga dibangun melalui empati, kepedulian, dan kebersamaan.
Program Jumat Berkah yang kini menjadi rutinitas Polsek Kunduran membuktikan bahwa kedekatan antara Polri dan masyarakat tidak hanya dibangun saat terjadi persoalan hukum. Hubungan itu juga tumbuh melalui aksi-aksi sosial yang menyentuh kehidupan warga secara langsung.
Pagi itu pun berakhir dengan senyum yang mengembang di wajah para penerima bantuan. Di balik paket sembako yang diberikan, tersimpan harapan agar semangat gotong royong, kepedulian, dan kebersamaan terus hidup di tengah masyarakat. Sebab, keamanan bukan hanya lahir dari penegakan hukum, melainkan juga dari rasa saling peduli yang terus dirawat antara polisi dan warga.
Editor : Redaksi