Tuban, MEMANGGIL.CO – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tuban menggelar doa bersama dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di kantor sekretariat, Selasa (4/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wujud rasa syukur sekaligus doa agar bangsa Indonesia semakin maju, sejahtera, serta dunia pers tetap mampu menjalankan perannya sebagai pilar demokrasi.
Baca juga: Surat Terbuka untuk Presiden Prabowo: Gaduh Proyek Sekolah Rakyat Tuban
Suasana doa bersama berlangsung khidmat. Di sela-sela kegiatan, Sekretaris PWI Tuban, Amin Fitrianto, membacakan surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di hadapan jajaran pengurus, anggota PWI, serta insan pers di Bumi Ronggolawe.
Surat terbuka tersebut ditulis oleh jurnalis asal Kabupaten Tuban, M. Abdul Rohman. Melalui surat berjudul "Gaduhnya Proyek Sekolah Rakyat di Tuban: Ketika Mimpi Anak-anak dan Keringat Buruh Menanti Keadilan", ia menyampaikan apresiasi atas Program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah, sekaligus berharap adanya perhatian terhadap berbagai persoalan yang muncul dalam proses pembangunan proyek tersebut di Kabupaten Tuban.
Dalam suratnya, Abdul Rohman menilai Program Sekolah Rakyat merupakan harapan besar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh akses pendidikan yang lebih baik. Namun, ia juga mengaku prihatin terhadap sejumlah persoalan yang berkembang selama proses pembangunan.
Beberapa hal yang disoroti antara lain keluhan masyarakat sekitar, keterlambatan penyelesaian proyek yang berdampak pada mundurnya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan kegiatan belajar siswa baru, hingga dugaan keterlambatan pembayaran upah para pekerja yang ramai menjadi perbincangan di media sosial.
Menurutnya, persoalan upah bukan sekadar urusan administratif, tetapi menyangkut keberlangsungan hidup para pekerja beserta keluarga mereka.
Karena itu, apabila terdapat persoalan administrasi, kontraktual, maupun ketenagakerjaan, ia berharap seluruhnya dapat segera diselesaikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Abdul Rohman juga menyinggung kondisi ketika sebagian pekerja memilih menghentikan aktivitas sebagai bentuk protes atas persoalan yang mereka hadapi. Menurutnya, langkah tersebut merupakan upaya agar aspirasi mereka didengar, bukan untuk menghambat jalannya pembangunan.
Melalui surat itu pula, ia memohon kepada Presiden Prabowo Subianto agar memberikan perhatian terhadap polemik yang berkembang di Proyek Sekolah Rakyat Tuban. Ia berharap penyelesaian dilakukan secara terbuka, bertanggung jawab, serta menjunjung tinggi rasa keadilan bagi seluruh pihak.
"Kami ingin melihat Sekolah Rakyat dikenang sebagai tempat lahirnya generasi hebat Indonesia, bukan dikenang karena polemik yang mengiringi pembangunannya," tulis Abdul Rohman dalam surat tersebut yang dibaca Sekertaris PWI Tuban.
Baca juga: Polemik Upah Buruh Proyek Sekolah Rakyat Tuban Tertunggak, Disnakerin: Belum Ada Laporan
Ia menegaskan, surat terbuka itu bukan ditujukan untuk menyerang pemerintah, melainkan sebagai bentuk kepedulian agar Program Sekolah Rakyat tetap menjadi simbol kehadiran negara dalam memberikan akses pendidikan yang layak bagi masyarakat kurang mampu.
Kata Ketua PWI Tuban
Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Tuban, Suwandi, mengatakan doa bersama tersebut bukan sekadar seremoni menyambut Hari Kemerdekaan, melainkan momentum untuk memanjatkan doa bagi kondisi ekonomi nasional, keberlangsungan industri media, serta kesejahteraan insan pers.
"Harapan kami ekonomi Indonesia semakin mapan. Dulu ada pos anggaran untuk media, mudah-mudahan roda ekonomi kembali berjalan dengan baik sehingga tidak terputus. Saat ini industri media juga sedang menghadapi tantangan, bahkan terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK). Semoga melalui doa bersama ini ada solusi bagi persoalan negara maupun jurnalis," ujarnya.
Selain itu, Suwandi berharap sinergi antara Pemerintah Kabupaten Tuban, TNI, dan Polri semakin kuat sehingga mampu menghadirkan berbagai program yang bermanfaat bagi masyarakat.
"Kami berharap Bupati, Dandim, dan Kapolres Tuban terus akur dan membangun kolaborasi yang baik. Kalau semua bersinergi, tentu akan menghasilkan program-program yang baik untuk masyarakat," katanya.
PWI Tuban juga mendorong peningkatan keterbukaan informasi publik. Menurut Suwandi, hingga kini masih terdapat sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang dinilai belum maksimal melibatkan media dalam penyebarluasan informasi kepada masyarakat.
"Masih ada OPD yang belum terbuka ketika memiliki kegiatan. Padahal peran wartawan sangat penting untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat. Mudah-mudahan doa bersama ini menjadi ikhtiar agar ke depan hubungan pemerintah dengan media semakin baik," tambahnya.
Ia menegaskan bahwa pers merupakan salah satu pilar demokrasi yang memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi secara objektif, edukatif, dan membangun.
Menutup kegiatan tersebut, Suwandi menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota PWI dan tamu undangan yang telah hadir mengikuti doa bersama.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada kawan-kawan yang telah hadir dalam doa bersama menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia. Insyaallah kegiatan seperti ini akan terus kita laksanakan sebagai bentuk kebersamaan dan ikhtiar memohon keberkahan bagi bangsa serta dunia jurnalistik," pungkasnya.
Editor : Abdul Rohman