Jombang, MEMANGGIL.CO - Sebanyak 82 jamaah umrah asal Kabupaten Jombang masih menghadapi ketidakpastian kepulangan dari Arab Saudi. Persoalan itu terjadi setelah tiket penerbangan yang menjadi dokumen penting perjalanan mereka belum juga diterbitkan.
Di balik tertahannya kepulangan para jamaah tersebut, muncul persoalan lain terkait dana pengadaan tiket. Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Jombang menyebut manajemen ITS Grup telah menunjukkan bukti transfer dana senilai Rp15,6 miliar kepada agen penyedia tiket di Jakarta.
Kepala Kemenhaj Jombang, Ilham Rohim, mengatakan dana tersebut menurut informasi yang diterima pihaknya diperuntukkan bagi tiket penerbangan pergi-pulang jamaah umrah.
“Uangnya si ITS itu sudah dikirim Rp15,6 miliar ke agen tiket,” kata Ilham, Kamis (17/9/2026).
Namun, transfer dana tersebut belum berujung pada diterbitkannya tiket kepulangan. Agen penyedia tiket yang berada di Jakarta disebut belum mengeluarkan dokumen penerbangan untuk jamaah yang saat ini berada di Arab Saudi.
“Nah, ternyata agen tersebut tidak mau mengeluarkan tiket,” ujar Ilham.
Alasan di balik belum diterbitkannya tiket itu masih menjadi tanda tanya. Kemenhaj Jombang mengaku belum mengetahui secara pasti persoalan antara pihak ITS Grup dengan agen penyedia tiket tersebut.
“Tidak tahu apa alasannya, kenapa tidak dikeluarkan?” kata Ilham.
“Karena kan itu di Jakarta,” imbuhnya.
Masalah tersebut kemudian berimbas langsung kepada jamaah. Sebagian jamaah yang seharusnya sudah meninggalkan Arab Saudi pada pekan ini harus tetap menunggu karena kepastian penerbangan belum diperoleh.
Kemenhaj mencatat ada 26 jamaah yang semestinya terbang menuju Indonesia pada Sabtu (12/9/2026). Jadwal itu terlewat karena tiket kepulangan belum tersedia.
Tidak berhenti di situ, 56 jamaah lainnya juga menghadapi persoalan serupa. Mereka dijadwalkan pulang pada Selasa (15/9/2026), tetapi sampai informasi tersebut disampaikan belum memperoleh kepastian penerbangan.
“26 ditambah 56, total 82 jamaah umrah yang masih belum bisa pulang,” tutur Ilham.
“Yang 56 itu jadwalnya hari ini schedule-nya pulang, tapi belum ada kabar untuk kepulangannya,” sambungnya.
Kasus tersebut menjadi lanjutan dari polemik perjalanan umrah ITS Grup yang sebelumnya sempat mencuat di Jombang. Sebelum jamaah berangkat ke Arab Saudi, keberangkatan 196 calon jamaah pada Minggu (30/8/2026) sempat diwarnai kericuhan di Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang.
Kericuhan terjadi setelah pihak travel membatalkan rencana keberangkatan. Persoalan kemudian ditangani melalui mediasi yang melibatkan Polres Jombang dan Kemenhaj.
Hasil mediasi saat itu membuat pihak travel menyatakan kesanggupan memberangkatkan 196 jamaah secara bertahap hingga awal September. Namun, setelah sebagian jamaah tiba di Arab Saudi, persoalan baru muncul pada sisi kepulangan.
Divisi Umrah KBIHU Muslimat NU Jombang, Ema Umiyyatul Chusnah atau Ning Ema, menyebut pihaknya masih menunggu dokumen resmi tiket kepulangan sejumlah jamaah.
Informasi yang diterima Kemenhaj dari pihak travel menyebutkan hanya sebagian jamaah yang sudah memiliki tiket. Sementara kelompok lainnya belum mendapatkan issued ticket sebagai bukti penerbangan kepulangan.
“Yang 20 orang sudah ada tiket kepulangan,” kata Ning Ema.
“Untuk yang 118 dan 54 orang belum. Tapi saya sampai sekarang belum dikirim issued ticket kepulangannya,” imbuhnya.
Perbedaan informasi terkait jumlah jamaah dan status tiket tersebut membuat kepastian kepulangan menjadi perhatian. Kemenhaj Jombang kini melakukan pendampingan dan meminta persoalan tersebut segera diselesaikan oleh manajemen ITS Grup bersama pihak terkait di tingkat pusat.
Kemenhaj juga meminta calon jamaah yang belum memperoleh kepastian tiket pergi-pulang agar tidak mengambil risiko dengan tetap berangkat.
“Jemaah yang sudah daftar, belum ada tiket atau schedule pulang-pergi, mohon tidak berangkat,” tegas Ilham.
Di tengah persoalan tersebut, muncul pula spekulasi masyarakat mengenai dugaan penggunaan pola seperti skema Ponzi dalam pengelolaan perjalanan umrah. Namun, sampai saat ini dugaan tersebut belum menjadi kesimpulan resmi dan Kemenhaj Jombang menyatakan belum mendalaminya.
Untuk sementara, perhatian utama diarahkan pada 82 jamaah yang masih berada di Arab Saudi. Kepastian tiket, status dana Rp15,6 miliar yang disebut telah ditransfer, serta langkah pemulangan jamaah menjadi persoalan yang masih menunggu penyelesaian.